Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 18 May 2017

Jerman: Saudi Danai ‘Ladang Pembibitan’ Jihadis Asing di Kosovo


Jerman Saudi Danai ‘Ladang Pembibitan’ Jihadis Asing di Kosovo

islamindonesia.id – Jerman: Saudi Danai ‘Ladang Pembibitan’ Jihadis Asing di Kosovo

 

Pemerintah Jerman menyatakan Arab Saudi dan beberapa Negara Teluk lainnya telah mendanai Militan Islam di Kosovo, sebuah negara kecil di Eropa Tenggara yang merupakan ladang pembibitan jihadis asing relatif signifikan bagi kelompok radikal seperti ISIS.

Anggota parlemen Partai Kiri Sevim Dagdelen mengatakan bahwa “skandal” gerakan propagandis Wahhabi garis keras yang aktif di Kosovo justru berada di bawah pengawasan penjaga perdamaian Barat.

Selain Jerman, pada bulan Februari, Belgia juga mengungkapkan keprihatinannya terkait masalah ini. Sebuah laporan dari surat kabar De Standaard mengatakan bahwa pusat krisis nasional OCAM Belgia telah memperingatkan maraknya penyebaran Wahhabisme melalui peningkatan jumlah masjid di negara tersebut dengan dukungan finansial dari Riyadh. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa Arab Saudi telah memprakarsai sistem hibah “super royal” bagi mahasiswa asing yang kemudian didorong untuk mengindoktrinasi orang-orang di Belgia dan negara-negara lain dengan paham Wahhabi.

Pada bulan April 2016, Telegraph menyebut para propagandis Wahhabi telah menyebarkan ekstremisme ke seluruh Bosnia. Para orang tua di Bosnia menyalahkan pengikut Wahhabi karena kerap merekrut anak-anak mereka untuk berperang bersama militan ISIS di medan perang Timur Tengah.

Diperkirakan sekitar 30.000 militan asing dari sekitar 104 negara ikut ‘berjuang’ di Irak dan Suriah dalam rentang waktu satu tahun sejak September 2014. Militan asal Eropa tersebut dikhawatirkan kembali ke negara asalnya dan potensial merencanakan dan melakukan serangan di negeri mereka sendiri.

Sekadar informasi, pada bulan November 2015, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan di Ibu Kota Prancis, Paris, yang menewaskan sekitar 130-an orang. Hasil investigasi mengungkapkan bahwa pelaku teror tersebut sebagian besar berbasis di Belgia.

Demikian pula pada bulan Maret 2016, dua serangan bom di Ibu Kota Belgia, Brussels, menewaskan sedikitnya 14 orang dan menyebabkan hampir 100 orang terluka.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *