Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 10 February 2018

Jelang Kampanye Pilkada, Bawaslu Akan Atur Materi Khotbah Agama


Jelang Kampanye Pilkada, Bawaslu Akan Atur Materi Khotbah Agama

islamindonesia.id – Jelang Kampanye Pilkada, Bawaslu Akan Atur Materi Khotbah Agama

 

Menjelang masa kampanye Pilkada serentak 2018, Bawaslu menyatakan pihaknya siap mengatur dan menyusun materi khotbah. Hal ini dipandang perlu dilakukan untuk mencegah kampanye yang dilarang seperti politik uang, menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), serta penyebaran informasi hoax.

Komisioner Bawaslu, Mochammad Affifudin, membenarkan sekaligus menegaskan bahwa materi dalam khotbah tersebut akan disusun berbeda untuk setiap agama. Meski demikian, lanjutnya, Bawaslu hanya menyediakan bahan khotbah yang berwawasan pencegahan pelanggaran Pemilu. Apalagi, kata dia, setiap agama juga melarang adanya politik uang, menyinggung SARA dan lainnya. Artinya, Bawaslu tidak mewajibkan untuk menyampaikan materi tersebut dalam khotbah keagamaan. Materi tersebut hanya sebagai referensi tambahan saja.

“Ini kan enggak mengatur khotbahnya. Artinya panduan untuk semua agama. Karena kita yakin semua agama pasti juga tidak setuju dengan politik uang, tidak setuju dengan politik adu domba SARA,” terang Affifudin, Sabtu (10/2/2018).

Dalam pandangan Bawaslu, tokoh agama merupakan figur penting yang bisa diajak sosialisasi pencegahan pelanggaran dalam Pemilu.

“Ingat ini enggak hanya untuk yang beragama Islam, tetapi kita melibatkan agama lainnya juga. Dan tokoh agama adalah mitra potensial untuk sosialisasi dan pencegahan atas pelanggaran pemilu,” tuturnya.

Masih kata Affifudin, Bawaslu sudah pernah melakukan audiensi dengan tokoh-tokoh agama membahas materi khotbah Pilkada. Kemudian dalam waktu yang belum ditentukan pihaknya akan melakukan pertemuaan kembali dengan para pemuka agama itu.

“Sudah pernah audiensi. Pada saatnya pasti kita ketemu lagi,” katanya.

Senada, Ketua Bawaslu, Abhan, mengatakan, pihaknya berencana menggandeng pemuka agama dan ormas untuk menyosialisasikan kampanye anti SARA dan politik uang dalam Pilkada 2018. Menurut Abhan, rencana tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Abhan menyatakan, informasi antipolitik SARA dan politik uang akan disampaikan dalam materi khotbah keagamaan.

“Saat ini, kami sedang merumuskan materi untuk khotbah tersebut. Kami akan menggandeng tokoh masyarakat, seluruh tokoh agama dan juga ormas,” janji Abhan.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *