Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 19 September 2017

Jelang Hari Santri, GP Ansor Gelar Diklat “Mengawal Ulama, Menjaga NKRI”


gp ansor

islamindonesia.id – Jelang Hari Santri, GP Ansor Gelar Diklat “Mengawal Ulama, Menjaga NKRI”

 

Pimpinan Anak Cabang  Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Cilincing, Kota Madya Jakarta Utara  akan menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser  yang bertempat di Komplek Masjid Al-Khairiyah, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, 20-22 Oktober 2017. Acara ini dalam rangka menyambut momentum “Resolusi Jihad NU” dan “Hari Santri Nasional” yang jatuh pada tanggal 22

Dalam rilis yang diterima IslamIndonesia.id, Muhammad Sholeh Rifai selaku Ketua PAC Ansor Cilincing mengatakan Bahwa Diklat Terpadu Dasar (DTD) ini bertujuan untuk merespon gerakan-gerakan Islam radikal yang berusaha merongrong NKRI yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal tertentu, sekaligus guna menjalankan dawah KH.Abdul Wahab Hasbullah dan KH.Hasyim Asy’ari.

Abdurro’uf Fansury selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan dalam diklat kali ini peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat. Maka dari itu peserta dilatih untuk  menguasai materi-materi Diklat diantaranya materi Ke-NU-an/Ke-Aswajaan, Keorganisasian, Wawasan kebangsaan dan Bela negara.

Diklat Terpadu Dasar ini akan mengusung tema “Mengawal Ulama, Menjaga NKRI” yang bertujuan agar seluruh kader Ansor dan Banser khususnya di wilayah Cilincing dapat mengamalkan cita-cita perjuangan GP Ansor dan menjamin keutuhan bangsa dari segala macam ancaman, hambatan yang akan mengganggu kelangsungan NKRI.

WhatsApp Image 2017-09-17 at 14.48.03

Seperti diketahui, Hari Santri telah diperingati dua tahun terakhir setelah ditetapkan sebagai hari nasional oleh Pemerintah.  Presiden RI Joko Widodo memaparkan besarnya peran santri bagi bangsa. Para tokoh-tokoh besar yang punya andil itulah yang membuat pemerintah menilai hari santri penting ditetapkan.

Jokowi mengatakan mengingat peran historis para santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti K.H. Hasyim As’yari dari Nahdlatul Ulama, K.H. Ahmmad Dahlan dari Muhammadiyah, A. Hassan dari Persis, Ahmad Soorhati dari Al-Irsyad dan Mas Abdul Rahman dari Matlaul Anwar serta mengingat pula 17 nama-nama perwira Pembela Tanah Air (Peta) yang berasal dari kalangan santri, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

 

YS/ IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *