Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 28 April 2018

Jeffrey Sachs tentang Suriah: Berbahaya, Amerika Harus Segera Keluar


Jeffrey D. Sachs. Photo: MSNBC

Islamindonesia.id –Jeffrey Sachs tentang Suriah: Berbahaya, Amerika Harus Segera Keluar

Jeffrey D. Sachs, seorang professor dari Columbia University, Amerika Serikat, dalam sebuah wawancara dengan MSNBC tentang perkembangan di Suriah, mengatakan bahwa, “ini adalah kesalahan Amerika Serikat (AS) yang dimulai sejak tujuh tahun lalu, dan saya ingat…. Ketika Presiden Obama mengatakan Assad (Presiden Suriah) harus disingkirkan…. (dan saya bertanya) bagaimana caranya dia akan melakukan itu?”

Selanjutnya Sachs mengatakan bahwa AS telah mengirimkan agen CIA  (Central Intelligence Agency) ke Suriah untuk menggulingkan Assad, “kami tahu mereka mengirim masuk CIA…. bersama Arab Saudi dalam sebuah operasi rahasia mencoba untuk menggulingkan Assad.”

Menurutnya langkah tersebut adalah awal dari sebuah bencana, karena operasi tersebut turut serta membawa ISIS yang merupakan pecahan dari kelompok jihadis, dan juga Rusia untuk turut serta ikut campur ke dalam konflik. “Jadi kita telah menggali semakin dalam dan semakin dalam lagi (bencana), apa yang harus kita lakukan sekarang adalah: keluar! Dan tidak melanjutkan meluncurkan misil, tidak berkonfrontasi dengan Rusia. Tujuh tahun adalah sebuah bencana di bawah Obama, dilanjutkan oleh Trump,” kata Sachs.

Menurut Sach, adalah CIA dan Pentagon yang menginginkan Iran dan Rusia keluar dari Suriah, “tapi tidak ada jalan untuk itu. Dan kita telah membuat perang proxy (pertempuran tidak langsung) di Suriah, ini telah membunuh 500.000 orang, dan membuat 10 juta orang mengungsi…. Saya telah memprediksikannya tujuh tahun lalu bahwa tidak mungkin untuk melakukan ini (menggulingkan Assad), dan ini akan menimbulkan kekacauan besar.”

“Saya akan meminta dengan sangat kepada Presiden Trump: segera keluar! …. Itu semua adalah insting dia (keluar dari Suriah), tapi kemudian semua mendorongnya, The New York Times, The Washington Post, Pentagon, semuanya mengatakan ‘tidak, tidak, itu tidak bertanggung jawab.’

“Tapi instingnya benar: keluar. Kita sudah cukup membuat kerusakan selama tujuh tahun. Dan sekarang kita benar-benar beresiko terhadap konfrontasi dengan Rusia. Itu sangat-sangat berbahaya. Nekat!” kata Sachs.

Jeffrey D. Sachs adalah seorang profesor ekonomi terkemuka di dunia yang menggagas tentang pembangunan berkelanjutan (sustainable development), penasihat senior PBB, pengarang buku-buku terlaris, dan kolumnis sindikasi yang kolom surat kabar bulanannya muncul di lebih dari 100 negara. Dia adalah penerima Blue Planet Prize tahun 2015, sebuah penghargaan global terkemuka untuk lingkungan, selain itu dia juga mendapat banyak penghargaan dan kehormatan internasional lainnya.

Oleh Majalah Time, dia telah dua kali dikategorikan sebagai salah satu di antara 100 pemimpin yang paling berpengaruh. Oleh The New York Times, dia disebut “ekonom terpenting di dunia”, dan oleh Majalah Time, dia disebut sebagai “ekonom paling ternama di dunia”. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh The Economist pada tahun 2011, Profesor Sachs dinobatkan sebagai salah satu dari tiga orang ekonom yang masih hidup yang paling berpengaruh di dunia.

Sachs telah menulis dan mengedit banyak buku, termasuk tiga buku terlaris menurut The New York Times: The End of Poverty (2005), Common Wealth: Economics for a Crowded Planet (2008), dan The Price of Civilization (2011). Buku-buku terbarunya antara lain: To Move the World: JFK’s Quest for Peace (2013), The Age of Sustainable Development (2015) and Building the New American Economy: Smart, Fair & Sustainable (2017).

Video lengkap wawancaranya dapat dilihat di bawah ini:

PH/IslamIndonesia

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *