Satu Islam Untuk Semua

Friday, 03 August 2018

Ini kata Ahed Tamimi setelah Dibebaskan dari Penjara Israel: Perlawanan Kami akan Terus Berlanjut Sampai Palestina Merdeka


ahed-tamimi-released-exlarge-169

islamindonesia.id – Ini kata Ahed Tamimi setelah Dibebaskan dari Penjara Israel: Perlawanan Kami akan Terus Berlanjut Sampai Palestina Merdeka

 

Remaja perempuan Palestina Ahed Tamimi telah dibebaskan dari penjara Israel setelah menjalani hukuman delapan bulan penjara karena telah menampar seorang tentara Israel, sebagaimana telah disampaikan oleh juru bicara Otoritas Penjara Israel. Ibunda Tamimi, Nariman Tamimi, juga turut dibebaskan.

Dilansir dari cnn.com, pada hari Minggu pagi (29/7), keduanya dikeluarkan dari penjara HaSharon di Israel tengah dan dibawa ke perbatasan di Tepi Barat, kemudian mereka dibawa ke Desa Nabi Saleh, tempat tinggal mereka, dan dilepaskan.

Aktivis muda ini disambut bagaikan pahlawan ketika kembali ke rumahnya. Para pendukungnya melambai-lambaikan bendera Palestina dan bersorak-sorai untuk Tamimi, yang baru memasuki usia ke-17 saat berada di dalam penjara. Saat dia berjalan melewati kerumunan, banyak orang berusaha untuk memeluk remaja itu.

Karena keberaniannya menentang penjajahan Israel, Ahed Tamimi dijuluki sebagai “Singa Palestina” oleh para pendukungnya. Tidak lama setelah dibebaskan dia berbicara kepada dunia, dilansir dari TRT World, berikut ini adalah pesan-pesan Ahed Tamimi:

“Pesan saya untuk prajurit Israel dan para penjajah adalah saya berharap bahwa mereka kembali kepada kemanusiaan mereka dan merenungkan tentang mana yang benar dan salah. Jangan biarkan siapapun mempengaruhi kalian, lihatlah kepada hati kalian dan tanya dirimu sendiri, apakah yang kalian lakukan itu benar atau salah?” ujarnya.

“Karena, tentunya, apa yang kalian lakukan sangatlah salah, dan saya berharap mereka menolak untuk mengabdi di ketentaraan Israel. Karena selama mereka terus melanjutkan apa yang mereka lakukan, kami akan terus melawan sampai Palestina merdeka.”

 

Kehidupan di Dalam Penjara

“Begitu banyak kekerasan yang dilakukan kepada tawanan Palestina. Mereka mencoba untuk mencegah kita untuk belajar ataupun mengkaji, namun kami bersikeras dan berhasil untuk belajar di dalam penjara,” kata Tamimi.

“Otoritas Penjara Israel juga mengurangi jumlah makanan yang diizinkan untuk dimakan oleh kami. Saya mengingat situasi ketika mereka membawa saya ke penjara Maskubiyya yang buruk. Di sana terdapat beberapa pemuda Palestina yang berbicara sama lain dari balik jeruji mereka. Sipir penjara mengatakan kepada mereka untuk diam, dan berbicara tidak diizinkan. Namun anak-anak itu tetap berbicara satu sama lain.

“Sipir kemudian mengeluarkan mereka dari selnya, yaitu dua remaja laki-laki yang selnya berada setelah sel saya. Sipir meminta mereka untuk berdiri tegak dan mulai menampari wajah mereka. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya lupakan, itu benar-benar membuat saya kecewa dan mempengaruhi saya,” kisahnya.

“Pesan saya untuk para keluarga yang anaknya dipenjara dan semua tawanan di penjara Israel adalah bahwa anak-anak kalian baik-baik saja, dan kami bangga dengan bagaimana anak-anak dan tawanan ini tumbuh dewasa, dan tawanan kami kuat dan akan mampu mengatasi institusi penjara dan mengalahkan para penjajah dengan kekuatan mereka meskipun dari dalam penjara.

“Saya ingin berkata kepada mereka, bahwa mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk berbagi ke seluruh dunia karena kekuatan dan kesabaran yang mereka miliki.”

 

Tentang Wanita

“Peran wanita sangat penting bagi Palestina karena kita membutuhkan wanita untuk sadar tentang situasi Palestina, karena mereka adalah setengahnya dari populasi dan merekalah yang membesarkan setengah lainnya.”

 

Perlawanan Terus Berlanjut

“Para penjajah selalu mencoba mengkriminalisasi semua bentuk gerakan perdamaian, bahkan dalam tahapan yang lebih jauh mereka menangkap seseorang yang menuliskan status di Twitter, Facebook, atau Instagram, atau bahkan (karena) sebuah puisi yang menunjukkan dukungan untuk Palestina dan sejenisnya. Mereka menuduh mereka dengan tuduhan penghasutan,” papar Tamimi.

“Para penjajah Israel berpikir bahwa dengan pendekatan seperti itu mereka dapat menahan perlawanan orang-orang Palestina, namun perlawanan kami akan terus berlanjut walaupun mereka (bertindak seperti itu), dan perlawanan kami akan terus berlanjut sampai kami memerdekakan Palestina. Bahkan meskipun mereka menangkap, menembak, ataupun membunuh kami, perlawanan kami akan terus berlanjut sampai Palestina merdeka.”

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *