Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 23 June 2018

Imam Tunisia: Dana Haji Digunakan untuk Membiayai Perang Arab Saudi


Muslim Hajj pilgrims try to touch Kaaba stone as they circumambulate around the Kaaba, Islam's holiest site, located in the center of the Masjid al-Haram (Grand Mosque) in Mecca, Saudi Arabia on 22 August, 2017 [Fırat Yurdakul/Anadolu Agency]

islamindonesia.id – Imam Tunisia: Dana Haji Digunakan untuk Membiayai Perang Arab Saudi

 

Dilansir dari middleeastmonitor.com, Persatuan Imam Tunisia menyerukan kepada Grand Mufti Republik Tunisia untuk mencegah para peziarah untuk melakukan perjalanan ibadah Haji tahun ini karena biayanya yang mahal dan dengan adanya fakta bahwa dana Haji yang diterima Arab Saudi  digunakan untuk membiayai perangnya di negara-negara Muslim.

Media lokal melaporkan bahwa Sekretaris Jenderal Persatuan Imam Tunisia, Fadhel Ashour, mengatakan, “lebih baik menghabiskan uang ini untuk memperbaiki kondisi rakyat Tunisia. Arab Saudi menggunakan dana haji untuk agresi terhadap negara-negara Islam seperti Suriah dan Yaman, yang mana bertentangan dengan Syariah.”

Menteri Agama Tunisia, Ahmed Adhoum, sebelumnya telah mengumumkan bahwa pada tahun ini terdapat 236.000 orang yang mendaftar untuk menjadi jamaah haji. Dia kemudian menjelaskan, bahwa tahun ini jumlah peziarah Haji Tunisia yang akan diberangkatkan sebanyak 10.892. Sementara itu, pada tahun 2017 jumlahnya sebanyak 10.374.

 

Agresi Arab Saudi ke Yaman

Dilansir dari bbc.com, lebih dari 8.600 orang terbunuh dan 49.000 orang terluka semenjak pecahnya perang di Yaman pada Maret tahun 2015., kebanyakan dari mereka terbunuh atau pun terluka karena serangan udara dari pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Konflik dan blokade yang dilakukan oleh pasukan koalisi terhadap Yaman juga menyebabkan krisis pangan terbesar di dunia yang mengakibatkan sebanyak 20 juta warga Yaman terancam kematian. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengatakan, bahwa dengan hancurnya infrastruktur sipil, blokade makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, Yaman telah jatuh ke dalam situasi bencana kemanusiaan.

Konflik di Yaman terjadi karena gagalnya proses transisi politik dari Presiden Ali Abdullah Saleh ke Abdrabbuh Mansour Hadi pada November 2011. Kedua kubu akhirnya melakukan peperangan yang melibatkan rakyat sipil. Karena terdesak, pada Maret 2015 Hadi melarikan diri ke luar negeri dengan menggunakan kapal laut ke Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Bersamaan dengan itu, Saudi memulai serangan besar-besaran dengan bom ke Yaman dalam rangka mendukung pemerintahan Hadi.

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *