Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 15 December 2018

Imam Masjid Inggris Dipecat Karena Mengkritik MbS


Imam Inggris

islamindonesia.id – Imam Masjid Inggris Dipecat Karena Mengkritik MbS

 

Ajmal Masroor, seorang Imam masjid di London, Inggris, telah dipecat dari posisinya karena telah mengkritik Muhammad bin Salman (MbS), putra mahkota Arab Saudi. Masjid itu merupakan masjid yang didanai oleh pemerintah Arab Saudi.

Dalam sebuah wawancara dengan TRT World, Ajmal berkata, “Pembunuhan Khashoggi mengubah segalanya. Mereka ingin memastikan tidak ada yang dapat mengkritiknya (MbS). Sambungan teleponku berasal dari seseorang dari dalam pusat (pemerintah Saudi), yang berkata, ‘Kami tidak membutuhkanmu lagi,’.”

“Tapi saya cukup yakin, itu karena kritik saya atas otokratis MbS, kebijakannya di kerajaan yang sangat diktator, dan bahkan di luar (Saudi),” tambah Ajmal yang juga merupakan anggota Dewan Muslim Inggris.

Ajmal yang merupakan kelahiran Bangladesh adalah seorang Imam yang tidak dibayar. Dia telah secara sukarela menjadi Imam di sana selama 22 tahun.

“Saya rasa, pemecatan ini (perintahnya) berasal langsung dari atas. Karena saya sudah berada di sana selama 22 tahun. Dan selama 22 tahun, saya bebas berbicara. Banyak orang-orang masjid, sejujurnya sebagian besar, telah mengungkapkan kekecewaannya, tidak percaya (terhadap pemecatan ini).”

Terkait klaim kerajaan Saudi yang mengatakan bahwa MbS adalah seorang pembaharu, Ajmal berkomentar, “Dia sama sekali bukan pembaharu, apabila sesuatu (tidak terjadi sesuai kehendaknya), dia adalah orang yang suka membunuh, (dan) yang mengidap masalah kemarahan.”

Lebih jauh, dia mengkritik pribadi MbS, “Dan dia sangat narsis, menurut banyak laporan dan pengamat wilayah itu (Timur Tengah). Tetapi MbS adalah tipe orang yang sangat intoleran. (Dia) tidak dapat bertoleransi  terhadap itu (kritik), dan dengan segera memerintahkan untuk mendiamkan siapa saja yang mengkritiknya.”

“Dalam banyak bentuk, kebijakan MbS telah terbukti tidak matang, tergesa-gesa, tanpa dasar, dan cukup merusak bagi Arab Saudi dan penduduknya,” tambahnya.

Ajmal kemudian memberi pesan kepada penduduk Saudi, “Rakyat Arab Saudi harus bangkit dan menyadari bahwa apa yang mereka butuhkan adalah kebebasan, apa yang mereka butuhkan adalah aturan hukum, dan mereka membutuhkan hak untuk memilih dan (meminta) pertanggungjawaban penguasanya.”

Menutup pernyataannya, Ajmal yang pernah  dinominasikan sebagai pembela keagamaan oleh British Muslim Awards pada 2013 dan 2015 ini, berkata, “Dan saya berkata kepada Anda, saya akan tetap berbicara tentang kebenaran dan keadilan, dan kebebasan, dan demokrasi untuk semua orang di semua bagian dunia.”

Video lengkap wawancara Ajmal dapat dilihat di bawah ini:

 

PH/IslamIndonesia/Photo: BBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *