Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 21 February 2017

Ikuti Visit My Mosque Day, Tangis Warga Inggris ini Pecah Tak Terkendali


Ikuti Visit My Mosque Day, Tangis Warga Inggris ini Pecah Tak Terkendali

islamindonesia.id – Ikuti Visit My Mosque Day, Tangis Warga Inggris ini Pecah Tak Terkendali

 

Kunjungan ke masjid menjadi momen luar biasa mengharukan bagi seorang wanita asal Inggris. Tangisnya pecah saat mendapati masjid ternyata tidak semengerikan yang selama ini dia kira.

Wanita bernama Jaki Miles-Windmill itu mengisahkan pengalamannya mengunjungi masjid dalam acara Visit My Mosque Day yang digelar di masjid-masjid Inggris, di minggu pertama Februari lalu. Dalam acara itu, 150 masjid di Inggris open house bagi warga non-Muslim.

Di akun Facebooknya, Windmill mengatakan kunjungannya ke masjid di Newport, Wales, adalah pengalaman yang indah tak terperi. Selain dekorasi yang cantik, menurut Windmill hal yang paling mengesankan dalam kunjungan itu adalah keramahan dari umat Muslim di dalamnya.

“Tapi hal utama sejauh ini adalah sambutannya, keterbukaannya dan kebaikan serta cinta yang ada untuk menyambut kami,” tulis Windmill.

Baru tiga menit berada di dalam masjid, Windmill bersama kawan prianya Jonny langsung menangis. Wanita yang berprofesi sebagai musisi ini mengaku sesenggukan hebat. Dia merasa malu atas pandangannya selama ini terhadap Muslim.

“Bagi saya, itu adalah isakan yang tidak terkendali -saya sangat malu. Itu adalah kesadaran yang luar biasa, saya tidak tahu sebelumnya, soal ‘persamaan’ kita semua dan betapa sia-sianya permusuhan yang bodoh terhadap mereka,” kata Windmill.

Tangis Windmill terhenti setelah dipeluk oleh “tiga wanita Muslim yang cantik.”

Hari itu, dia sadar sepenuhnya bahwa Muslim bukanlah teroris seperti yang selama ini diteriakkan kelompok sayap kanan. Windmill adalah satu dari banyak pengunjung masjid yang saat itu tersadarkan.

Berikut adalah terjemah lengkap tulisan Windmill di akun Facebooknya:

Hari ini adalah hari ‘Visit my Mosque Day’, skala nasional. Kami pergi ke Newport pagi ini. Itu adalah pengalaman yang indah dalam semua hal. Ada dekorasi, penganan gratis (banyak) dan ajakan untuk berbicara soal keyakinan dan menyaksikan ibadah [shalat] jika ingin.

Kami melakukan semuanya kecuali melihat ibadah -karena kami tidak punya waktu. Tapi hal yang UTAMA sejauh ini adalah sambutannya, keterbukaan dan kebaikan dan cinta yang ada untuk menyambut kami.

Kami masuk, kami disambut, masuk beberapa kaki lagi ke dalam ruangan, lalu hal itu menyergap kami -dalam sekitar 3 menit- kami berdua menangis.

Bagi saya, itu adalah isakan yang tidak terkendali -saya sangat malu. Itu adalah kesadaran yang luar biasa, saya tidak tahu sebelumnya, soal ‘persamaan’ kita semua dan betapa sia-sianya permusuhan yang bodoh terhadap ‘mereka’ (mereka adalah kita…).

Saya langsung dipeluk dengan hangat -sampai saya berhenti menangis- oleh tiga wanita Muslim cantik yang kemudian menjelaskan kepada Jonny bahwa mereka minta maaf tidak bisa memeluknya 🙂 yang membuat kami semua tertawa dan menghentikan saya -untuk sesaat- dari tangisan.

Saya sadar ini adalah reaksi OTT (berlebihan) tapi saya tidak akan beralasan -tidak bisa melakukan sesuatu juga.

Saya ingin membagi pengalaman ini.

Ada teroris dari semua agama. Tapi mayoritas kita semua di planet yang indah ini adalah orang-orang yang indah yang tidak ingin atau butuh dengan konflik dan kekerasan yang dilakukan oleh minoritas dari semua agama.

Itu adalah pengalaman yang sangat kaya (baca: bermakna).

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *