Satu Islam Untuk Semua

Friday, 08 July 2016

HIKMAH – Mengapa Sebagian Doa Tidak Dikabulkan?


images

IslamIndonesia.id–Mengapa Sebagian Doa Tidak Dikabulkan?

 

Tujuh kali Allah menyebut kata ‘Aku’ dalam Surah Al-Baqarah, ayat 186, yang mencerminkan begitu besar perhatian-Nya pada hamba-hamba yang berdoa.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad Saw) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi seruan-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran” (QS. Al Baqarah: 186)

Dalam surah Al-Furqan, ayat 77, bahkan Allah berfirman, “Katakan (wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik): Tuhanku tidak akan mengindahkanmu, kalau tidak karena doamu…”

Arti ‘doamu’ pada penggalan ayat di atas, menurut sebagian ahli tafsir, berarti rintihan yang menyebabkan datangnya pertolongan Allah Swt. Hubungan pertolongan Allah dan orang berdoa ini ditegaskan lagi dalam sebuah hadist, “Orang yang suka berdoa tidak akan binasa.”

Masih ayat yang sama dari surah Al-Furqan, Allah melanjutkan, “(tetapi bagaimana kamu berdoa kepada-Nya), padahal sungguh kamu telah mendustakan kebenaran, karena itu azab pasti akan menimpamu.”

Jika dikatakan jin dan manusia diciptakan untuk beribadah (Ad Dzariyat: 56), sementara ayat di atas mengatakan: orang yang tak berdoa tidak lagi bernilai – sebab azab Allah pasti akan menimpanya. Maka, dapat disimpulkan bahwa doa adalah ruhnya ibadah.

Nah, jika memang begitu besar perhatian Allah pada yang berdoa, lalu mengapa terkadang doa seseorang tidak dikabulkan? Dalam hal ini, banyak tafsir mengenai ayat “Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” Poin pertama, Allah akan mengabulkan orang yang hanya berdoa kepada-Nya dengan penuh keikhlasan. Dan sebagaimana sifat-Nya Yang Mahabijaksana, Allah akan mengabulkan doa yang meminta kebaikan dan kebajikan.

Oleh sebab itu, jika suatu doa tidak dikabulkan, maka bisa saja karena doa yang dipanjatkan justru buruk bagi dirinya sendiri. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat keterbatasan pengetahuan manusia dan cinta dunia yang kadang berlebihan.

Atau mungkin, terkabulnya doa tidak sejalan dengan kemaslahatan yang berdoa. Maka sebagai gantinya, seperti disebutkan dalam sebuah hadis, jika tidak dijauhkan bencana darinya, maka doa itu akan dijadikan tabungan  bagi masa depannya, anak cucunya atau bahkan tabungan di hari kebangkitan kelak.

Selain itu, sejumlah penghalang doa seperti dosa, perbuatan zalim dan tidak memaafkan orang yang meminta maaf kepada kita seharusnya juga diperhatikan.

“Memakan yang haram, atau tidak melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, atau berdoa dengan hati yang lalai dan malas, maka doanya tidak akan dikabulkan,” ungkap sebuah hadis yang menggambarkan sebab-sebab doa yang tidak diterima.

Dan, sebagaimana diajarkan oleh Al-Qur’an, berikut ini adalah adab berdoa yang perlu diingat dan tentunya diamalkan.

Pertama, doa harus disertai iman dan amal saleh. “Dan Dia memperkenankan doa orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh (QS. Al-Syuro: 26)

Kedua, doa yang dimunajatkan dengan penuh keikhlasan. “Maka berdoalah kepada Allah dengan tulus ikhlas” (QS. Al- Mukmin: 14)

Ketiga, berdoa dengan rendah hati dan suara perlahan. “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.” (Al-A’raf: 56)

Keempat, dengan rasa cemas dan harap. “Berdoalah kepada-Nya dengan rasa taku dan penuh harap” (QS. Al-A’raf: 56)

Kelima, pada waktu-waktu khusus. “Orang-orang yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan petang hari” (QS. Al An’am: 52)

Keenam, menggunakan nama-nama Allah Swt. “Dan Allah mempunyai nama-nama yang terbaik, maka serulah Dia dengan nama-nama itu.”

Sebagai penutup, doa bukan berarti meninggalkan usaha, namun doa harus disertai usaha dan tawakkal kepada Allah Swt. Walhasil, pemenuhan seruan harus dari kedua belah pihak. Jika manusia ingin doanya dikabulkan oleh Allah, ia pun harus memenuhi seruan-Nya.

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (QS. Al Anfal: 24)

YS/MQ/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *