Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 22 January 2014

Hari Jilbab Sedunia akan Kembali Digelar


muslimdaily.net

“Jilbab menutupi rambut saya bukan otak saya dan menunjukkan martabat saya bukan tubuh saya.”

 

Hari jilbab sedunia akan kembali diperingati pada tanggal 1 Februari mendatang. Acara yang diselenggarakan untuk tahun kedua ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran berjilbab bagi muslimah serta mendidik masyarakat secara umum untuk memahami alasan memakai jilbab. Acara ini diharapkan dapat dihadiri oleh minimal satu juta peserta dari berbagai belahan dunia dan agama.

“Jilbab saya adalah penjaga saya, saya tidak membual, tapi saya mendapatkan kebijaksanaan ini dari Al-Qur’an,” Zainab Warda Mohammed, seorang Muslim dari Jerman, mengatakan dalam sebuah posting di halaman facebook Hari Jilbab Dunia, demikian sebagaimana dilansir onislam.net, dikutip dari muslimdaily.net pada Rabu 22 Januari.

“Jilbab menutupi rambut saya bukan otak saya dan menunjukkan martabat saya bukan tubuh saya.”

Gerakan ini pertama kali diusulkan oleh wanita asal New York, Nazma Khan, untuk mendorong perempuan non-Muslim agar dapat merasakan pengalaman mengenakan jilbab. Gerakan ini bertujuan untuk mengenalkan jilbab yang dipandang buruk oleh dunia barat.

Tahun lalu, gerakan Nazma Khan ini telah diikuti kelompok serupa dalam 22 bahasa yang berbeda. Dia juga telah dihubungi oleh orang-orang di puluhan negara, termasuk Inggris, Australia, India, Pakistan, Prancis dan Jerman.

Dengan gerakan ini Nazma berharap agar masyarakat dunia tidak memandang sebelah mata dengan perempuan muslim yang berjilbab, sebab menurutnya, pilihan mengenakan jilbab merupakan hak bagi setiap orang.

Selama acara tahun lalu, Jess Rhodes, seorang mahasiswa dari Inggris, adalah salah satu dari ribuan peserta yang memilih untuk ikut  mengenakan jilbab dalam menanggapi Hari Jilbab Dunia.

Beberapa hari kemudian, dia memutuskan untuk mempelajari Al-Qur’an dan sepenuhnya memahami Islam. Akhirnya, ia pun memilih untuk masuk Islam.

Hari Jilbab sedunia dilaksanakan 2 kali setahun. Pada tahun 2009, hari Jilbab sedunia juga dilaksanakan bulan September untuk solidaritas pembunuhan wanita asal Mesir yang dibunuh di Jerman karena berjilbab, yakni Marwa Al Sherbini.

Sumber: onsilam.net/muslimdaily.net

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *