Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 29 April 2014

Haidar Bagir: Takfirisme Ancaman Serius Dunia


icasjakarta.wordpress.com

Dalil Qur’an dan Hadis yang memberikan pesan cinta jauh lebih banyak ketimbang pesan-pesan penghukuman.

 

Peneliti dan Intelektual Muslim Indonesia, Haidar Bagir mengatakan bahwa takfirisme (ideologi mengkafirkan) merupakan ancaman yang serius bagi dunia. Sebab, ideologi ini, bukan hanya terjadi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim seperti di Indonesia, tapi juga sudah merambah luas mengancam negara-negara yang penduduknya non-Muslim, seperti di New Zealand.

Hal itu ia paparkan di hadapan para peserta diskusi bertajuk “Takfirisme” di Ciputat School, Tangerang, Jum’at (25/04).

Dalam diskusi tersebut, ia membedah takfirisme dari aspek religio-historis dan sosial-politik. Dari aspek religio historis, ia menilai, akar munculnya takfirisme ini akibat basis ideologi salafi yang melihat Islam dari perspektif hukum.

Takfirisme yang dimaksud dalam hal ini bukan pada tataran wacana, tapi takfir yang telah mengelaborasi menjadi tindakan kekerasan hingga pembunuhan. Menurutnya, ideologi berawal dari informasi awal umat Islam yang melahirkan mazhab-mazhab, seperti Khawarij. Namun belakangan, mucul informasi bahwa fenomena ini berasal dari basis ideologi salafi yang diusung Ibn Taymiyah.

Dalam melihat dan memahami agama, para ahli fenomenologi agama menunujukkan adanya dua cara. Pertama, agama berorientasi hukum (nomos atau law oriented religion). Kedua, agama berorientasi cinta (eros atau love oriented religion).

Nah, kelompok takfiri, lanjutnya, cenderung melihat agama dan ajaran Islam sebagai sifat-sifat keras Tuhan dan Nabi.

“Mereka menggambarkan Tuhan sebagai maha menghukum, maha membalas dendam, dan maha membunuh. Padahal, jika dikaji lebih mendalam, ajaran Islam sebenarnya didominasi pesan-pesan cinta,” ujarnya.

“Saya bisa membuktikan bahwa dalil Qur’an dan Hadis yang memberikan pesan cinta jauh lebih banyak daripada pesan-pesan penghukuman,” tambah Haidar Bagir.

Sementara itu dari aspek sosial-politik, sikap kaku keras kelompok Takfiri ini semakin mengkristal akibat kekecewaan mereka terhadap akomodasi Muslim atau modernitas, yang dianggap mencemari Islam.

Sikap mereka semakin mengeras lagi akibat tercampur dengan perasaan menjadi korban oleh negara-negara adi-kuasa yang anti-Islam—yang dimotori Amerika dan Eropa—sebagai sikap politik kekuatan global—yang tidak ingin kehilangan cengkeramannya, dengan mendukung rezim-rezim wilayah tertentu untuk mengamankan kepentingan politik dan ekonomi mereka.  

Menguatnya takfiri ini juga terkait dengan Perang Dingin regional antara Sunni Arab Saudi dan Syiah Iran untuk memobilisasi dukungan regional. Akhirnya, Muslim-Semi Arab belakangan ini memungkinkan kelompok-kelompok ekstrem Islam, seperti takfirisme mendapatkan ruang untuk bergerak bebas.

Oleh karena itu, Haidar berpesan, cara menanggulangi takfirisme untuk konteks ke-Indonesia-an yakni dengan penguatan kelompok moderat dalam hal militansi.

 

0 responses to “Haidar Bagir: Takfirisme Ancaman Serius Dunia”

  1. Fatih Gajah Mada says:

    Mau pesan hukum, mau pesan cinta, semua pesan jangan ada yg diabaikan bung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *