Satu Islam Untuk Semua

Monday, 27 February 2017

Haedar Nasir: JK Telah Banyak Bantu Program Muhammadiyah untuk Umat


Tentang Simpang Siur Informasi FPI Bentrok dengan GMBI, Begini Kata JK

islamindonesia.id – Haedar Nasir: JK Telah Banyak Bantu Program Muhammadiyah untuk Umat

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nasir menyebut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) telah banyak mendukung dan membantu Muhammadiyah dalam menjalankan berbagai program untuk kemaslahatan umat. Salah satunya adalah layanan kesehatan Klinik Apung Said Tuhuleley yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo saat membuka Tanwir Muhammadiyah pada 24 Februari 2017.

Klinik tersebut telah menjalankan misi kesehatan pertamanya di Pulau Saparua dan Haruku pada 25 Februari 2017 dengan membawa serta tiga orang dokter dari Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura, Cempaka Putih, dan Pondok Kopi. “Program yang saat ini sedang populer adalah Said Tuhuleley berkat bantuan dan dukungan dari Pak JK,” kata Haedar dalam sambutannya di punutupan Tanwir Muhammadiyah yang dihadiri JK, Ambon (26/2).

Pria jebolan Universitas Gadjah Mada ini mencontohkan bantuan yang cukup besar dari JK di antaranya tiga kapal dan akan ada enam kapal apung, serta 16 kapal apung untuk Indonesia kawasan timur. Lebih lanjut Haedar mengatakan untuk program pendidikan di Maluku, JK juga akan memberikan bantuan anggaran sebesar lima milyar rupiah untuk pembangunan Universitas Muhammadiyah Maluku di Desa Wakal, Kabupaten Maluku Tengah.

Rencananya universitas tersebut akan dibangun bersama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Maluku dan Pusdiklat Pertanian Muhammadiyah se- Indonesia Timur, di tanah seluas 20 hektare, hibah dari pemerintah desa setempat.

“Pembangunan Universitas Muhammadiyah di Maluku akan diproses oleh Kemenristekdikti dan sebagai kado untuk Tanwir kali ini. Tadi saya dibisikan Pak JK akan memberikan dana awal sebanyak lima miliar untuk pembangunan ini,” katanya seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa kesenjangan yang ada di Indonesia sudah cukup membahayakan karena adanya perbedaan agama antara yang kaya dan miskin. Hal tersebut, ia sampaikan saat menutup Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku.

“Kesenjangan di Indonesia cukup berbahaya dibanding di negara lain. Di Thailand yang kaya dan miskin sama agamanya. Di Filipina juga begitu, baik yang kaya maupun miskin memiliki agama yang sama. Sementara di Indonesia yang kaya dan miskin berbeda agama,” kata JK.

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *