Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 29 August 2017

Hadiri Silaturahmi NU Sedunia, Ini Pesan Menag


Hadiri Silaturahmi NU Sedunia, Ini Pesan Menag

islamindonesia.id – Hadiri Silaturahmi NU Sedunia, Ini Pesan Menag

 

Menjelang puncak haji, pertemuan akbar bertajuk Silaturahmi Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Mekah. Di antara ribuan orang yang hadir, tampak Konjen RI Jeddah M Hery Saripudin, Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam acara yang berlangsung di Hotel Arkan Barkah, Mekah, Selasa (29/8/2017) itu, hadir pula para tokoh sepuh NU seperti KH Maimun Zubair (pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang), KH Salahudin Wahid (Ponpes Tebuireng Jombang), KH Ali Masyhuri (Sidoarjo), dan lain-lain.

Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh, selain menyampaikan sambutan dengan gaya santai, juga bercerita soal hubungan Saudi dan Indonesia saat ini yang menurutnya berjalan kian baik.

“Menteri Haji Saudi itu (Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani) berdarah Banten. Jadi ada hubungan dengan Indonesia. Pendekatan atau diplomasi apapun kita pakai,” kata Agus sedikit bercanda.

Itulah menurut pria kelahiran Semarang 51 tahun lalu ini, salah satu gambaran diplomasi yang dilakukan Indonesia dengan berbagai cara. Membuat ruangan yang penuh sesak itu dipenuhi gelak tawa.

Sementara Menag Lukman mengatakan sebagai ormas terbesar, NU kini tidak lagi dihadapkan pada masalah bangsa, tapi juga dunia. Peran aktif NU diperlukan dalam menata peradaban.

“Perbedaan harus dipahami secara arif. Sebagaimana Islam yang berkembang di Nusantara yang pada dasarnya tidak saling menyalahkan,” kata Menag.

Lukman menyontohkan soal larang perempuan menyetir mobil di Saudi. Di Indonesia, perempuan tidak hanya menyetir mobil sendiri, bahkan bisa jadi ketua pengadilan agama yang keputusannya sangat penting. Namun hal itu tak perlu dibandingkan dan diperdebatkan.

“Tidak berarti Islam di Indonesia lebih baik dari Saudi dan sebaliknya. Masing-masing memiliki konteks. Jadi melihat perbedaan itu harus penuh kearifan,” kata Lukman disambut tepuk tangan.

“NU harus menebarkan Islam yang penuh kedamaian,” sambung Lukman sambil berharap peserta menjadi jemaah haji mabrur.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi dengan pembicara KH Yahya Cholil Staquf, Ahmad Ishomudin, dan Rumadi Ahmad. Sementara Konjen RI, Dubes, dan Menag pamit meninggalkan lokasi lebih awal karena harus mempersiapkan puncak haji.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *