Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 28 November 2015

Hadiah & Ragam Koleksi Al Quran Vladimir Putin


IMG_2042

Di sela agenda menghadiri Konferensi Forum Negara Pengekspor Gas di Tehran, Iran, pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan bersejarah dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei. Dalam pertemuan itu, Putin memberikan hadiah istimewa berupa mushaf Al-Qur’an tertua di Rusia. 

Anda tak perlu heran. Rusia, yang kerap digambarkan anti agama dalam film-film Hollywood, faktanya justru memberi penghormatan khusus pada Al Quran. Menurut sejumlah catatan, Moskow menyimpan setidaknya lima naskah Al-Qu’ran kuno yang merupakan koleksi kitab berusia 12 abad, yaitu sejak akhir abad VII, awal abad VIII, hingga akhir abad XIX. Pukul rata, koleksi itu mewakili keseluruhan periode naskah Arab.

Salah satunya adalah naskah Qur’an Kufi. Koleksi ini menjadi yang terbaik di Eropa dan merupakan salah satu koleksi terbaik di dunia dalam jumlah naskah Kufi yang ditulis tangan (yang paling kuno dari semua jenis tulisan Arab). Bagian terpenting dari koleksi ini adalah fragmen dari salah satu manuskrip Qur’an tertua di dunia.

Perhatian Rusia pada Islam melejit di era setelah tahun 90-an. Terutama, setelah runtuhnya Uni Soviet dan pembentukan sistem kenegaraan yang baru serta penetapan konstitusi baru Federasi Rusia (1993), bertepatan dengan penciptaan Dewan Mufti Moskow. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan masjid-masjd baru, khususnya di Ibu Kota. Bahkan, hingga saat ini diprediksi lebih dari 9.000 masjid sudah berdiri di negeri itu.

Salah satu masjid paling terkenal adalah masjid Katedral di Moskow Rusia. Masjid yang berdiri sejak 1904 ini mengalami beberapa kali rekonstruksi. Puncaknya, di bawah kepemimpinan Vladimir Putin, rekonstruksi besar-besaran telah dirampungkan tahun 2015 ini. Berdiri di atas lahan seluas 19 ribu hektar, dan mampu menampung 10 hingga 20 ribu jemaah, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid terbesar di Eropa.

Rusia juga memiliki Masjid Biru yang dikenal sebagai saksi manisnya hubungan Indonesia dan Uni Soviet di era 50-an. Pada tahun 1956 Presiden Soekarno mengunjungi masjid yang dibangun pada tahun 1910 itu. Saat itu, penduduk Muslim di Rusia baru berjumlah delapan ribu orang.

Di bawah pemerintahan Uni Soviet, seluruh masjid dan gereja di seluruh negeri beralih fungsi menjadi gudang dan beragam kegunaan lain. Masjid Biru, salah satunya, dijadikan gudang sejak Perang Dunia II. Soekarno dalam kunjungan ke masjid itu bertemu Nikita Khrushchev (pemimpin Soviet kala itu) dan meminta Khrushchev untuk mengembalikan masjid sesuai fungsinya. Sepuluh hari setelah kunjungan Presiden Soekarno, bangunan ini kembali difungsikan sebagai masjid.

Perkembangan Islam di Rusia berjalan sangat pesat. Dari data Wikipedia menyebutkan, jumlah penduduk Muslim di Rusia saat ini berjumlah 21 hingga 28 juta atau sekitar 15-20% dan menjadi agama terbesar kedua di Rusia setelah Kristen Ortodoks.

Sikap terbuka Vladimir Putin terhadap perkembangan Islam di Rusia merupakan momen terbaik umat Islam untuk melakukan berbagai kerja sama. Pasalnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Dmitry Medvedey sangat terbuka terhadap seluruh agama di dunia. 

Malik/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *