Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 13 April 2019

Habib Luthfi Larang Seluruh Mursyid Tarekat Indonesia Terlibat dalam Konflik Politik


islamindonesia.id – Habib Luthfi Larang Seluruh Mursyid Tarekat Indonesia Terlibat dalam Konflik Politik

Indonesia menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Konferensi Ulama Sufi Internasional yang diselenggarakan oleh Forum Sufi Dunia (World Sufi Forum) digelar pada 8-10 April 2019 di Pekalongan, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri oleh ulama sufi dari 91 negara, dan tidak kurang 2.000 mursyidin dari seluruh Indonesia turut hadir.

Pada Selasa (9/4) malam, Habib Luthfi bin Yahya, ulama Indonesia asal Pekalongan, yang juga merupakan Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), didaulat untuk menjadi pemimpin Forum Sufi Dunia.

Bagi Habib Luthfi, bukan suatu kebanggaan terpilih menjadi pemimpin organisasi baru tersebut, karena menurutnya hal tersebut merupakan amanah Allah SWT yang tidak bisa disepelekan begitu saja.

Habib Luthfi menginginkan, organisasi yang dipimpinnya itu dapat mengangkat para ahli tarekat dan mursyid-mursyidnya menjadi guru sekaligus juru perdamaian.

“Ini adalah amanah yang tidak bisa kita abaikan dan sepelekan untuk mengangkat tarekat di dunia. Hingga para ahli tarekat, mursyid tarekat, khalifah tarekat menjadi guru-guru, juru-juru damai di dunia, yang bisa mendamaikan umat, mendamaikan negara, dan mempertahankan negara,” katanya saat memberikan sambutan pada penutupan, Rabu (10/4), sebagaimana dilansir dari NU Online.

Dengan dasar kasih sayang, Habib Luthfi yakin para ulama sufi dapat berhasil mewujudkan harapannya tersebut. “Saya yakin dengan peranan ulama ahli tasawuf, karena mendahulukan kasih sayang, insya Allah akan berhasil di negaranya masing-masing,” ungkapnya.

Terakhir, Habib Luthfi melarang seluruh mursyid tarekat di Indonesia untuk terlibat dalam kubangan konflik politik dan hal-hal yang mengakibatkan perpecahan umat. Dia juga mengajak semuanya untuk menjunjung harga diri bangsa untuk perdamaian dunia.

“Mari kita junjung bersama harga diri bangsa, kehormatan bangsa, jati diri bangsa, untuk perdamaian seluruh dunia,” pungkas Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu.

Kegiatan ini, secara resmi ditutup oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

PH/IslamIndonesia/Foto Fitur: NU Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *