Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 07 March 2017

Habib Ali Zainal Abidin: Membersihkan Diri dari Rasa Benci pada Orang Lain Sedekah


habib ali zainal abidin

islamindonesia.id – Habib Ali Zainal Abidin: Membersihkan Diri dari Rasa Benci pada Orang Lain Sedekah

 

Menurut Muballig Habib Ali Zainal Abidin, usaha diri untuk membersihkan dari perasaan benci pada orang lain termasuk sedekah. Hal ini disampaikan berlandaskan pada riwayat Nabi Muhammad Saw yang tidak ingin mendengar berita yang dapat menimbulkan perasaan benci pada orang lain termasuk para sahabatnya.

“Jangan ada seorang pun dari kalian yang menyampaikan kepadaku  tentang berita yang tidak baik terkait sahabat-sahabatku. Karena tiap hari aku ingin keluar dari  rumah dalam keadaan hati ini selamat,” kata Habib Ali mengutip hadist Nabi Muhammad Saw.

Sang Nabi melanjutkan, “Apakah kalian tidak mampu menjadi Abu Domdom yang mengatakan: Ya Allah aku ingin bersedekah dengan kehormatanku dan aku tidak akan tuntut siapa saja yang memaki aku, yang berbicara soal keburukanku.”

Abu Domdom pun menegaskan bahwa sebagai sedekah, ia tidak akan menuntut mereka yang membenci dan menyebarkan berita buruk tentang dirinya. Keesokan harinya, Rasul Saw bertanya tentang siapa yang semalam berkata bahwa dirinya bersedekah dengan kehormatannya.

Maka berdirilah Abu Domdom, “Aku Ya Rasulullah”.

“Allah telah menerima sedekahmu,” jawab Rasul.

Bagi Habib Ali, sedekah yang diberikan Abu Domdom ialah ketika ia tidak mau membawa perasaan benci apalagi dendam kepada orang lain. Tapi, di zaman sekarang, kita menaburkan, membakar api kemarahan  dan juga kebencian satu dengan yang lain. Terkait fenomena ini, Habib Ali lalu melanjutkan dengan hadist.

“Kamu akan ditimpa penyakit yang pernah menimpa umat sebelum kamu,” sabda Nabi.

“Apakah penyakit itu Ya Rasulullah,” tanya sahabatnya.

“Hasad, dengki dan perasaan benci  kepada orang lain,” jawab sang Rasul.

Di zaman sekarang, lanjut Habib Ali,  orang bersaing menggunakan sms, whatsapp, facebook tentang keburukan orang lain. Tidak hanya itu, pesan elektronik itu diikuti dengan gambar dan videonya. Orang seperti ini, kata Habib Ali, tidak bermuhasabah (evaluasi diri) hingga lupa bahwa perbuatannya akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Alllah.

“Hisablah dirimu di dunia, sebelum kamu dihisab di akirat,” pesan Habib Ali.

Orang yang banyak  bermuhasabah di dunia,  akan ringan hisabnya di akhirat. Yang tidak bermuhasabah di dunia akan berat hisabnya di akhirat. Karena itu, setiap dari kita seharusnya meminta pada Allah agar dibersihkan dari penyakit  hati sedemikian sehingga kelak bertemu dengan Allah dalam keadaan hati yang bersih.[]

 

Berikut video selengkapnya:

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *