Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 27 March 2018

Gus Mus: Pemimpin Zalim Lupa Dirinya Bisa Lengser dan Bakal Mati


Gus Mus Pemimpin Zalim Lupa Dirinya Bisa Lengser dan Bakal Mati

islamindonesia.id – Gus Mus: Pemimpin Zalim Lupa Dirinya Bisa Lengser dan Bakal Mati

 

Saat hadir sebagai pembicara dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri alias Gus Mus menyebutkan bahwa pejabat atau pemimpin yang baik adalah yang ingat mati. Sebaliknya, jika ada pemimpin zalim yang sewenang-wenang dalam memerintah, bisa dipastikan dia lupa bahwa dirinya bakal mati.

“Kalau suatu ketika kamu membawa keranda ke kuburan, ingatlah bahwa kau akan mati. Kalau suatu ketika kamu dipasrahi suatu jabatan, ingatlah suatu saat engkau akan lengser,” tutur Gus Mus, Senin, (26/3/2018).

Menurut Gus Mus, seseorang yang ingat mati maka akan berhati-hati dalam bertindak dan bertutur sapa. Bagi pemimpin, kematian juga harusnya bisa dijadikan pengingat bahwa ia akan lengser.

“Bung Karno saja yang begitu hebatnya lengser kok. Pak Harto yang dibela ribuan tentara juga bisa dilengserkan. Pemimpin kalau tidak ingat dia akan lengser, itu bahaya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Gus Mus juga menyampaikan bahwa pemimpin yang baik itu adalah yang bisa memanusiakan manusia. Salah satu ukurannya yaitu dengan memahami posisi dan kondisi orang lain.

“Banyak pemimpin sekarang yang tidak bisa ngerteni wong liyan (memahami orang lain),” katanya.

Nabi Muhammad itu lanjut Gus Mus, pemimpin yang bisa memahami orang lain. Buktinya tidak ada sahabat yang ngrasani Nabi Muhammad. Sebab, ketika ditanya oleh sahabat, Nabi menjawab sesuai kondisi dan kemampuan sahabat yang sedang bertanya.

“Kalau tidak sepenuhnya bisa paham, ambil yang tengah-tengah. Prinsip tawassut wa i’tidal adalah konsep terbaik kepemimpinan,” jelasnya.

Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin itu mengatakan analogi kepemimpinan terbaik adalah shalat berjamaah, seorang imam harus mengerti makmumnya supaya bisa nyaman beribadah.

“Imam itu kalau pas, tidak kelamaan dan tidak terlalu cepat kan ya enak. Filsafat kepemimpinan yang baik itu ya shalat,” tandas Gus Mus.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *