Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 10 May 2016

Gus Mus: Mufti Suriah Syekh Hassoun 100 Persen Sunni, Saya Kenal Pribadi


gus mus mufti suriah syekh hassoun 100 persen sunni saya kenal pribadi

Islamindonesia.id–Gus Mus: Mufti Suriah Syaikh Hassoun 100 Persen Sunni, Saya Kenal Pribadi

Fitnah orang-orang yang konon ingin membela rakyat Suriah sungguh kian liar dan menjadi-jadi. Setelah memfitnah Syekh Ahmad Badruddin Hassoun memfatwakan pembunuhan warga Aleppo dan tak pernah meminta maaf kepada publik atas kebohongan itu, mesin media fitnah itu kini terus saja memproduksi fitnah-fitnah lain. Jika benar klaim mereka ingin membela saudara-saudara Muslim di Suriah, mengapa harus menggunakan alat fitnah dan kebohongan seperti itu? Apakah fitnah dan kebohongan dapat mengantar mereka kepada pembelaan terhadap rakyat Suriah atau sesungguhnya ada udang di balik batu di sini? Ataukah sejujurnya fitnah dan kebohongan ini hanya untuk meraih keuntungan sesaat lewat membanjirnya sumbangan dana dari orang-orang dermawan yang jiwanya tersulut rentetan hasutan yang mereka gencarkan?

Untuk menjawabnya, marilah kita tanyakan kepada warga asli Suriah sendiri, karena pepatah Arab mengatakan: “Ahl Makkah adra bi-syi’abiha” (Orang asli Mekah lebih tahu soal jalan-jalan pintas di antara gunung-gunungnya). Maksudnya jelas penduduk suatu kota atau negeri lebih paham urusan sekitarnya. Prof. Taufiq Al-Bouthi, putra Almarhum Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Bouthi, Imam Besar Masjid Umawi dan Guru Guru Besar Mazhab Syafi’i di Damaskus, beberapa waktu pernah ditanya: “Bagaimana pendapat Dr. Taufik tentang orang-orang Indonesia yang pergi berjihad ke Suriah? Dan bagaimana dengan penggalangan dana untuk Suriah yang mengatasnamakan rakyat Suriah sambil membawa bendera ISIS, Nusra atau FSA?”

Jawaban beliau: “Saya yakin mereka hanyalah akan menjadi korban yang sia-sia. Kami sedih atas yang mereka lakukan. Sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya, bahwa tujuan konflik ini hanyalah memperburuk citra Islam. Negara Islam tidak dibangun dengan menumpahkan darah. Jika mereka ingin berjihad, mengapa mereka tidak pergi saja ke Palestina untuk membebaskan Al-Quds yang dicengkeram oleh Zionis? Tidakkah Anda tahu bahwa korban luka dari pihak Jabhat al-Nusra dirawat di rumah-rumah sakit di Israel?!

Terkait pengumpulan dana untuk Suriah, saya yakin bahwa dana tersebut tidak akan sampai ke Jabhat al-Nusra, FSA apalagi rakyat Suriah. Namun, dana itu hanya akan sampai ke kantong-kantong para pencari sumbangan.

Anehnya, seperti juga disampaikan dalam Fatwa Ahad Gus Mus, masih saja ada orang yang taqlid buta pada isi berita-berita sumber fitnah tersebut. Dalam fatwa itu, Gus Mus sampai menyatakan bahwa “⁠⁠⁠taqlid yang paling buta ialah membebek pertikaian orang di kawasan lain hingga ikut menyebar fitnah-fitnah mereka di negeri sendiri.” Padahal, sesuai ajaran Al-Qur’an, kita semestinya justru turut serta dalam mendamaikan dua pihak yang bertikai, bukannya malah memanas-manasi apalagi menariknya ke negeri sendiri agar kita ikut dalam pertikaian tersebut.

Salah satu fitnah yang menyebar dalam kaitan dengan Grand Mufti Syekh Badruddin Hassoun ialah status mazhabnya. Sejumlah media itu dengan penuh keyakinan melontarkan fitnah yang nyata bahwa Syekh Hassoun adalah Syiah dan telah memerintahkan pembantaian penduduk Aleppo. Padahal, kenyataannya, seperti kata Gus Mus Rabu lalu, fitnah itu bodoh dan berani kepada Allah. Mengutip verbatim Gus Mus, pembuat fitnah itu adalah orang yang “tidak tahu tapi sangat berani kepada Allah Yang Maha Tahu.”

Setelah diangkat di media sosial dan mendapat klarifikasi tegas dari Gus Mus, media yang pertama kali menyebar fitnah tersebut mencopot isi beritanya. Tapi pencopotan itu tidak disertai dengan penjelasan apa-apa, sehingga masih saja menimbulkan pertanyaan di kalangan sebagian dan fitnah-fitnah lain bertebaran. Maka, pada Jum’at (6/5), seorang pemilik akun bertanya dalam bahasa Arab kepada Gus Mus perihal Syekh Hassoun. Dan dengan tegas dalam bahasa Arab yang jelas kiai jebolan Al-Azhar ini menyatakan: “Syekh Hassoun 100 persen Sunni. Saya mengenalnya secara pribadi. Dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga telah memberinya gelar doktor honoris causa.”

gus mus: mufti suriah syekh hassoun 100 persen Sunni

Klarifikasi Gus Mus ini sungguh berguna dan pada waktunya, sehingga diharapkan ia dapat meredam hasutan pihak-pihak tertentu demi meraup keuntungan sesaat. Bukan mustahil juga pihak-pihak itu ingin menyeret Indonesia yang mayoritas penduduknya bermazhab Sunni ke dalam perang Suriah sehingga mereka dapat mengklaim sebagai pahlawan pembela Ahlus Sunnah. Padahal, dalam kenyataannya, aksi kekejaman kelompok teroris di Suriah telah menelan korban sipil dari semua kalangan, terutama kalangan mayoritas Sunni sendiri.

 

AJ/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *