Satu Islam Untuk Semua

Friday, 29 January 2021

Gus Mus Mengingatkan: Protokol Kesehatan itu Sebetulnya untuk Kepentingan Kita Bersama


islamindonesia.id – Gus Mus Mengingatkan: Protokol Kesehatan itu Sebetulnya untuk Kepentingan Kita Bersama

Ulama kharismatik Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri, atau yang akrab disapa Gus Mus, belum lama ini melalui akun Instagram-nya (24/1) mengingatkan khalayak untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan terkait pandemi Covid-19.

“Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi atau kalau bukanya (posting-an ini) siang ya selamat siang, kalau sore selamat sore, kalau malam selamat malam,” ucapnya sebagai pembuka.

Gus Mus kemudian mendoakan, “Mudah-mudahan Anda sekalian sehat walafiat lahir batin. Kalau ada yang sakit, atau mendapat cobaan positif Covid-19 mudah-mudahan segera disembuhkan Allah SWT, sehat walafiat kembali, segar bugar kembali.

“Dan mudah-mudahan pandemi yang melanda dunia ini segera disirnakan oleh Allah SWT, sehingga kita bisa kembali hidup normal, bisa bersilaturahmi kembali.”

Mengenai protokol kesehatan, Gus Mus berkata, “Jangan lupa untuk menghargai diri sendiri dan orang lain, kita ikuti protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan.

“Gitu, pokoknya itulah yang bolak-balik dipidatokan itu sebetulnya untuk kepentingan kita bersama, karena cobaan pandemi ini adalah cobaan kita semua.

“Kok terus kayak pidato, demikian ya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat berkegiatan,” pungkasnya.

Konsisten Menaati Protokol Kesehatan

Putri Gus Mus, Ienas Tsuroiya, menegaskan bahwa ayahnya adalah orang yang konsisten, walk the talk, yaitu selalu melakukan apa yang dikatakannya. Bahkan, kata Ienas, sebelum pemerintah secara resmi menetapkan karantina wilayah, Gus Mus sudah membatalkan semua agenda pengajian luar kota.

“Keputusan yang berat, terutama buat pihak pengundang, karena mereka rata-rata meminta waktu jauh hari sebelumnya, kadang lebih dari setahun sebelumnya,” kata Ienas, sebagaimana dilansir dari rmco.id.

Sejak Maret 2020 hingga sekarang, lanjut Ienas, Gus Mus hanya bepergian ke Yogyakarta sekali dan ke Jakarta sekali untuk menghadiri akad nikah ponakan dan kerabat. Selebihnya, Gus Mus di rumah saja.

Gus Mus sempat menggelar akad nikah sederhana di rumah Leteh, untuk santri dan ponakan, dengan undangan terbatas dan protokol kesehatan yang ketat. Gus Mus juga sempat hadir di acara akad nikah di Rembang, tetapi undangan yang datang jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Selain itu, Pondok Pesantren asuhan Gus Mus, Raudlatut Tholibin di Leteh, Rembang sampai sekarang belum mengizinkan semua santri kembali ke pondok.

Sebelum pandemi, jumlah santri putra 300 orang, sekarang hanya 70. Sedangkan santri putri, sebelum pandemi 200 orang, sekarang tersisa 23 orang. Total jumlah santri hanya 93 orang.

“Semua santri wajib memakai masker, terutama ketika ngaji. Duduknya juga berjauhan. Jadi meski Abah (Gus Mus) tidak memakai masker, tetap patuh protokol kesehatan karena menjaga jarak dengan para santri,” tegasnya.

Ienas pun melengkapi penjelasannya  dengan foto-foto pengajian rutin Gus Mus sebelum dan setelah pandemi. Dikatakannya, bagi yang rutin menyimak pengajian Gus Mus, pasti akan segera tahu bedanya. Sebelum pandemi, santri berjejalan sampai mepet ke kursi dan meja Gus Mus.

Ienas menjelaskan bahwa ini adalah kondisi yang menyedihkan, “Aula sebesar itu hanya diisi beberapa orang saja.

“Apalagi ketika ngaji al-Ibriz tiap Jumat. Sebelum pandemi, pesertanya, sebagian besar bapak-bapak ibu-ibu sepuh dari berbagai daerah sekitar Rembang, bisa mencapai 1500 orang. Sekarang? Paling sekitar 20 orang saja,” pungkasnya.

PH/IslamIndonesia/Foto utama: Gus Mus/Instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *