Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 24 November 2016

Gus Mus: Demo Boleh, Jum’atan di Jalan Jangan


gus-mus-demo-boleh-jumatan-di-jalan-jangan

islamindonesia.id – Gus Mus: Demo Boleh, Jum’atan di Jalan Jangan

 

Di tengah simpang-siur kabar bakal digelarnya demo lanjutan 212 pasca demo 411 seperti ramai diperbincangkan netizen dalam sepekan terakhir. Di samping pro-kontra yang berkembang terkait boleh-tidaknya shalat Jum’at digelar di jalan umum. Hari ini, Rabu (23/11/2016), KH Ahmad Mustofa Bisri, melalui akun twitter @gusmusgusmu menyampaikan pandangan pribadi, yang disebutnya sebagai upaya mengasihi sesama Muslim.

Setidaknya ada tujuh poin penting cuitan Pimpinan Ponpes Raudlatut Thalibin dan biasa disapa Gus Mus ini kepada para pengikutnya di dunia maya yang berjumlah 776 ribu follower itu.

Kiai rendah hati asal Rembang yang mentahbiskan diri sebagai orang bodoh yang tak kunjung pandai ini pun dalam kultwitnya tidak serta-merta memastikan bahwa demo 212 pasti akan digelar di Jakarta.

Dengan bahasa halus, ulama yang dikenal sangat bijak dalam menyikapi berbagai isu, terutama isu-isu yang bersinggungan langsung dengan masalah politik ini, masih membuka kemungkinan, atau lebih tepatnya harapan, agar rencana demo berwujud aksi shalat Jum’at di jalan raya itu tak benar-benar terjadi. Sebab menurut Gus Mus, shalat Jum’at semacam itu bisa jadi bid’ah besar dan dapat menimbulkan keheranan di Dunia Islam pada zaman sekarang. Terlebih karena sejak zaman Rasulullah SAW, hal yang demikian belum pernah dilakukan.

Saat beberapa followernya mempertanyakan, apa maksud sebenarnya dari mantan Rais Aam PBNU ini tiba-tiba memberikan pandangannya terkait rencana aksi Jum’atan di jalan raya pada 2 Desember mendatang, Gus Mus sekali lagi menegaskan bahwa yang dilakukannya semata upaya untuk mengasihi sesama Muslim. Namun bila ada yang menafsirkan kultwitnya dengan beragam penafsiran, hal itu lebih diserahkannya kepada Allah yang Maha Tahu.

Merespon saran dan masukan agar Kiai sahaja ini setidaknya memberikan toleransinya kepada sesama Muslim (Habib Rizieq cs –red) yang berencana menggelar demo 212, “Menurutku, ini bukan hanya toleransi. Ini bicara kepada DIRIku sendiri. Almuslimu lilmuslimi kaljasadil wahid,” tulis Gus Mus.

[Baca: Gus Mus: Tolong Jangan Bawa Namaku untuk Berkelahi, Aku Cinta Kalian Semua]

Dengan spirit semacam itu Gus Mus juga mengimbau kepada umat Islam agar memikirkan ulang masalah ini dengan pikiran jernih, baru setelah itu mereka dapat bebas memilih sesuai pilihan masing-masing.

Sebagai bahan perenungan bagi kaum Muslimin sebelum menentukan pilihan dan sikap terkait rencana aksi demo 212, khususnya perihal aksi shalat Jum’at di jalan raya, berikut ini tujuh poin kultwit Gus Mus selengkapnya:

1. Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum’atan di jalan raya. Mudah2an tidak benar.
2. Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID’AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran.
3. Kalau benar, apakah dalil Quran dan Hadisnya? Apakah Rasulullah SAW, para sahabat, dan tãbi’iin pernah melakukannya atau membolehkannya?
4. Kalau benar, apakah salat TAHIYYATAL MASJID diganti salat TAHIYYATAT THÃRIQ atau TAHIYYATASY SYÃRI’?
5. Kalau kabar itu benar, kepada saudara2ku Muslim yg percaya bahwa aku tdk punya kepentingan politik apa pun, kuhimbau untuk memikirkan hal
6. ini dg pikiran jernih. Setelah itu silakan anda bebas utk melakukan pilihan anda. Aku hanya merasa bertanggungjawab mengasihi saudaraku.
7. In uriidu illal ishlãha mãs tatha’tu wamã taufiiqii illa biLlãhil ‘Aliyyil ‘Azhiim…*

Dan berikut ini beberapa respon Gus Mus atas pertanyaan dan tanggapan dari para followernya:

*Artinya kurang lebih: Aku hanya berniat (ber)baik semampuku; taufikku hanya dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur dan Agung.

Ini menurutku bagian dari mengasihi sesama muslim. Kalau ada yang justru merasa lain, aku serahkan kepada Allah yang Maha Tahu.

Salat ‘Id di lapangan. Setahuku, di jalan, baik Id apalagi Jum’at tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW.

Lalu apakah Gus Mus menolak dan melarang rencana aksi demo 212? Apakah shalat Jum’at di jalan raya hukumnya haram?

Terkait pertanyaan pertama, Gus Mus menyatakan bahwa demo di negara demokrasi seperti Indonesia ini sah adanya. “Tapi poinku, adalah SALAT JUM’ATNYA. Demo setelah habis salat Jum’at kan bisa,” tulisnya.

Menjawab pertanyaan kedua, Gus Mus menyarankan, “Baca utuh tweetku ketujuh (7) poinnya ya. Tidak usah buru2.”

Menanggapi saran salah seorang followernya yang menyatakan, [email protected] lebih baik kasih tau koordinatornya langsung daripada ngetweet begini nanti kesannya banyak yang salah tangkap,” Gus Mus menjawab tegas,”Jangan merendahkan kecerdasan saudaramu sendiri. Kesanku kau sendiri tidak salah tangkap.”

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *