Satu Islam Untuk Semua

Friday, 25 November 2016

Gus Mus dan Buya Syafi’i Dimaki, Putri Gus Dur: Tak Ada Adab


buya-dan-syafii

islamindonesia.id – Gus Mus dan Buya Syafi’i Dimaki, Putri Gus Dur: Tak Ada Adab

 

Ragam komentar yang datang menyusul KH. Mustafa ‘Gus Mus’ Bisri angkat bicara soal Jum’atan di jalan protokol. Bahkan, di antara pemberi komentar, seperti akun Pandu Wijaya, menyerang Gus Mus dengan kata-kata kasar. Atas sikap yang dinilai tak patut ini, putri KH. Abdurrahman Wahid – Alissa Wahid-, turut berkomentar.

“Gus Mus itu tidak ngefek dikata-katai macam apapun. Lha wong beliau itu hatinya lapang. Tapi itu tak membuat kamu seenaknya bisa bilang “ndasmu”,” kata Alissa di akun twitternya (23/11).

Menurut Alissa,  mereka yang menyerang dan menghina ulama selama ini ialah orang-orang yang tak memiliki adab.

“Menyesalkan makin banyaknya serangan personal kepada ulama2 seperti KH. Ma’ruf Amin, Gus Mus, Quraish Shihab & Buya Ma’arif. Tak ada adab.” tulis @AlissaWahid pada Selasa (22/11).

Alissa menambahkan, “Jangan terperangkap oleh kepentingan sesaat lalu melakukan hal-hal yang melanggar prinsip & kepentingan jangka panjang.”

Khusus kepada akun yang memaki Buya Syafi’i, Alissa menanggapinya dengan mengatakan, “Hanya karena kepentingan politik, kok tega mengobok-obok ranah privat ulama, bahkan memaki-maki dengan kasar seperti ini.”

img_20161125_113003

Seperti diketahui, kasus Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama terkait dugaan penistaan agama sedang bergulir di tengah-tengah kompetisi politik ‘Pilgub DKI’.  Demo 4/11 yang diikuti sejumlah petinggi partai itu pun dinilai sarat dengan tendensi politik hingga kasus ini tidak lagi sederhana. Karena itu, tanpa tedeng aling-aling, pandangan MUI soal Ahok yang turut memicu situasi seperti ini dikritik tokoh masyarakat Ahmad ‘Buya Syafi’i Ma’arif dan KH. Mustafa ‘Gus Mus’ Bisri.

Buya Syafi’i  menyebut seharusnya MUI melakukan kajian yang lebih matang terkait pernyataan Ahok yang cukup sensitif bagi masyarakat yang tengah belajar bertoleransi. Karena itu, tokoh senior Muhammadiyah ini tidak sependapat dengan fatwa MUI yang mengatakan bahwa Ahok telah menghina Al Qur’an dan menghina ulama.

Meski telah ditegaskan bahwa Buya tetap tidak memusuhi yang berbeda pandangan dengannya, ujaran kebencian pun begitu deras mengalir ke arah Mantan Ketum Muhammadiyah ini. Tak lebih sedikit di media sosial.

“Tapi ini resiko dari yang harus saya lakukan. Dan kebenaran itu tidak bisa dikalahkan oleh emosi,” katanya di Indonesia Lawyers Club, (8/11).

Senada dengan Buya Syafi’i, tokoh senior Nahdlatul Ulama Gus Mus menilai sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sebagian dari kita, kata jebolan Al Azhar Mesir ini, memuji orang tapi dengan menjatuhkan atau menghujat orang lain.

“Emosi di hati jangan sampai menciptakan kebencian yang berlebihan, itu pasti akan memunculkan masalah, seperti yang terjadi sekarang ini, … ” kata Gus Mus kepada cnnindonesia.com (11/10)

Setelah menulis kata yang dinilai kurang pantas pada Gus Mus, Pandu yang merupakan karyawan BUMN itu menjadi sorotan masyarakat luas. Tidak sedikit yang menyayangkan sikap Pandu itu pada ulama sepuh seperti Gus Mus. Atas sejumlah pertimbangan, yang bersangkutan pun diberi surat peringatan dari BUMN Adhi Karya.

“Atas nama pribadi dan BUMN Adhi Karya saya ucapkan MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA kepada Gus Mus atas ucapan tak pantas karyawan kami,” kata Komisaris Adhi Kaya, Fadjroel Rachman via akun pribadinya.

Meski bukan termasuk direksi Adhi Karya, Fadjroel  merasa bertanggungjawab menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi dan direncanakan akan datang langsung ke Gus Mus untuk mohon maaf.

“Saudara Fadjroel Rachman dan Adhi Karya BUMN dengan sungguh-sungguh memintakan maaf atas ucapan salah satu karyawannya. Maka dengan sungguh-sungguh saya menjawab: Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan ‘bahasa khusus’ di tempat umum. Maklum masih muda. Saya mohon jangan sampai si karyawan dipecat, sebagaimana usul sementara orang,” kata Gus Mus seolah menenangkan suasana seperti dikutip di akun facebooknya hari ini.

Tanggapan Gus Mus kepada orang yang dinilai menghinanya itu, kata Alissa Wahid, merupakan cermin watak Muslim tingkat tinggi.[]

 

YS / islam indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *