Satu Islam Untuk Semua

Friday, 12 May 2017

Gus Mus: Bahkan Terhadap Orang Kafir pun Kita Diperintahkan Berlaku Adil


Gus Mus Bahkan Terhadap Orang Kafir pun Kita Diperintahkan Berlaku Adil

islamindonesia.id – Gus Mus: Bahkan Terhadap Orang Kafir pun Kita Diperintahkan Berlaku Adil

 

Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri mengatakan, agar manusia bisa mengamalkan apa yang disampaikan Nabi Muhammad, yaitu menyempurnakan akhlak, maka harus bersikap adil. Menurutnya, Al-Qur’an banyak sekali menyebut tentang sikap adil.

“Di surah Al-Maidah ayat delapan ada itu. Di surah Annisa, ayat seratus tiga puluh lima,” kata Gus Mus di Masjid Bayt Al-Qur’an Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (11/5/2017) malam.

Surah Annisa tersebut, kata kiai yang akrab disapa Gus Mus ini, kalau seseorang tidak adil berarti tidak karena Allah. Kalau seseorang melakukan sesuatu karena Allah maka ia akan berlaku adil.

Manusia sulit berlaku adil karena mereka memiliki emosi yang condong ke arah benci maupun ke arah cinta terhadap suatu hal ataupun seseorang. Oleh karena itu, Nabi Muhammad mengajarkan untuk bersikap moderat ataupun tengah-tengah. Karena adil tidak bisa dilakukan oleh orang yang terlalu cinta maupun orang yang terlalu benci.

“Anda kalau terlalu benci, Anda tidak bisa adil. Anda terlalu cinta, tidak bisa adil. Karena adil itu di tengah,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh, Rembang itu.

Sebagaimana yang tertera dalam surah Al-Maidah ayat delapan tersebut, Gus Mus menyatakan, jika seseorang ingin melaksanakan kebenaran maka sikap adil harus menjadi landasannya. Menurutnya, seseorang harus adil, apalagi dalam menegakkan kebenaran.

“Kalau kita terlalu semangat, lalu kita lupa bahwa kita harus adil, meskipun di dalam menegakkan kebenaran,” urainya.

Bahkan, jangan sampai kebencian seseorang terhadap suatu hal ataupun orang lain menyebabkannya untuk tidak berbuat adil.

“Jangan sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeretmu, mendorongmu untuk tidak adil,” terangnya.

Kata kaum di dalam surah Al-Maidah itu, imbuh Gus Mus, merujuk kepada orang-orang kafir. Maka dari itu, ia berpendapat, berbuat tidak adil kepada orang kafir saja dilarang, apalagi kepada sesama umat Islam.

“Kalau kepada orang kafir saja kita tidak boleh tidak adil, apalagi kepada sesama kaum yang beriman,” tutupnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *