Satu Islam Untuk Semua

Monday, 31 October 2016

GP Ansor NU Bantah Akan Kerahkan Banser Saat Demo 4 November


yaqut-antara

islamindonesia.id — GP Ansor Bantah akan Kerahkan Banser saat Demo 4 November

 

Belum lama KH. Said Aqil Sirajd melarang warga NU ikut “demo Ahok” pada 4 November nanti,  tersiar berita yang menyebut Barisan Ansor Serbaguna (Banser) NU akan ikut bantu polisi pada saat aksi berlangsung di Jakarta. Bahkan media online viva.co.id (28/10), dengan mengutip Ketua Umum PBNU, menurunkan berita “Nahdlatul Ulama Kerahkan Banser pada Hari Demo Tangkap Ahok.”

Meski telah beredar luas, di hari yang sama, berita ini pun dibantah oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qaumas.  “Banser tidak akan turun tanggal 4 november. Baik itu untuk menjaga, apalagi ikut di dalam demo,” katanya dalam akun resmi twitternya, (28/10)

Untuk diketahui, Banser atau Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama merupakan badan otonom NU dari GP Ansor. Banser bertugas dalam pengamanan, khususnya dalam menjalankan misi kemanusiaan di berbagai daerah di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Islam Indonesia belum dapat memastikan apakah benar Ketua Umum PBNU menuturkan Banser akan diturunkan seperti dikutip viva.co.id dari Markas PBNU Jakarta (28/10). Namun, yang jelas Ketua Umum GP Ansor kembali menegaskan bahwa berita itu tidak benar adanya.

“Nggak ada Banser turun tanggal 4 November nanti. Baik itu menjaga, apalagi terlibat dalam unjuk rasa,” katanya.

screenshot_2016-10-29-23-08-46-186_com-twitter-android2

Seperti diketahui, Ketua Umum PBNU juga telah menyebut indikasi kuat adanya “penumpang gelap” dalam isu soal Ahok dan Al-Maidah 51 ini. Apalagi keadaan dan isu, menurut Kiai Said, semakin liar dan tidak terkontrol. Sedemikian, ia mengingatkan warga Nahdliyin dan umat Islam tidak boleh lengah sedikitpun dengan titipan-titipan isu yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Target utama mereka bukan Ahok, terlalu kecil, Ahok hanya entry point, target mereka hancurnya Islam moderat di Indonesia, Islam yg ramah diganti dengan Islam yang penuh kebencian seperti yang meluluhlantahkan negara-negara Timur Tengah,” katanya mengungkap tujuan penumpang gelap ini dalam perkara Ahok dan Al-Maidah 51.  []

 

YS / islam indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *