Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 06 November 2014

‘Gejolak Timur Tengah Murni Politik’


Sayyid Hasan Nasrulloh

Gejolak berdarah di Timur Tengah, utamanya Suriah dan Irak, dalam empat tahun terakhir sepenuhnya soal politik, kata seorang pemimpin gerakan perlawanan Hizbullah di Lebanon, mematahkan bingkai klise konflik berlatar perseteruan Sunni dan Syiah.

“Menggambarkan konflik saat ini sebagai konflik Syiah dan Sunni adalah kesalahan besar,” katanya seperti dilansir situs berbasis Beirut, Al-Akhbar.

Berbicara dalam sebuah peringatan Asyura (10 Muharram), Nasrallah berpesan pada kaum Syiah untuk memandang kaum Sunni bukan sebagai musuh. “Kita tidak sedang memerangi Sunni,” katanya. “Saya sampaikan pula pada kaum Sunni di kawasan: Syiah tidak memerangi Anda.”

Muslimin di Timur Tengah justru bersama-sama sedang memerangi kelompok ekstremis seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), plus rezim Zionis Israel yang hingga kini mengangkangi tanah Palestina, katanya.

Menyinggung teror ISIS di Suriah dan Irak, Nasrallah menyatakan ‘proyek takfirisme bakal kalah, cepat atau lambat’.

“Kejatuhan ISIS tak terelakkan lagi,” katanya menyebut fakta kegagalan poros Amerika, Eropa dan negara-negara Petro Dollar menguasai Suriah meski peperangan telah memasuki tahun keempat.

Nasrallah juga menyampaikan dukungan Hizbullah pada Michel Aoun, pimpinan partai Kristen Free Patriotic Movement, dalam pemilu presiden mendatang. Masa jabatan Presiden Lebanon, kini dipegang Michel Suleiman, telah berakhir sejak Mei. Namun pelaksaan pemilu sejak itu tertunda di tengah perseteruan politik dalam negeri.

(AR/Al-Akhbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *