Satu Islam Untuk Semua

Monday, 23 October 2017

Eks Penasihat Gedung Putih Apresiasi Peran Komandan Al Quds di Irak


Image processed by CodeCarvings Piczard ### FREE Community Edition ### on 2016-09-18 08:14:44Z | http://piczard.com | http://codecarvings.com

islamindonesia.id – Eks Penasihat Gedung Putih Apresiasi Peran Komandan Al Quds di Irak

 
Mantan penasihat Presiden Amerika Serikat urusan Irak era Barack Obama, Ali Khedery, menilai kembalinya Kota Kirkuk ke pangkuan Irak tak lepas dari peran Iran. Secara spesifik, Khedery menyebut peran penting Komandan Militer Al Quds Iran (IRGC) Jenderal Qasim Sulaimani dalam meredam ketegangan antara Bagdad dan Kota kaya minyak itu.

Seperti dirilis NBC News, Pemerintahan Irak juga mengakui Jenderal yang dijuluki oleh Majalah Newsweek sebagai Nemesis – dewi keadilan yang menghukum orang jahat dalam mitologi Yunani -ini sempat menyambangi Kirkuk sebelum tentara Irak merebut kota itu. Bahkan ketika masuk ke Kirkuk, tentara Irak tidak menerima perlawanan sedikit pun dari tentara Kurdistan – kelompok yang kabarnya ingin melepaskan diri dari Pemerintahan Bagdad.

Tak hanya itu, dengan strategi tangan dingin ini, Iran kembali mempermalukan Amerika di Timur Tengah. Perang sipil pasca-musnahnya kelompok teroris ‘ISIS’ di Irak akhirnya dapat dihindari padahal Amerika telah menyuplai senjata kepada pasukan Kurdistan.

“Kekalahan telak bagi Amerika dan kemenangan fantastis bagi IRGC ini membuktikan Sulaimani kembali berhasil menjalankan misinya,” kata Khedery seperti dilansir NBCnews, 18 Oktober.

Kepada NBC, otoritas Kurdistan dan mantan intelijen Amerika mengakui peran Sulaimani di balik kesepakatan sehingga bentrok antara pasukan Kurdistan dan tentara Irak terelakkan. “Kami yakin Sulaimani yang membuat, mengarahkan, memimpin langsung kesepakatan ini,” kata Bayan Sami Abdul Rahman, perwakilan Kurdistan di Washington.

IRGC merupakan satuan militer Iran yang beroperasi lintas teritorial, termasuk di Timur Tengah. Keoknya kelompok militan dukungan Amerika seperti ISIS dan An Nusra di Irak dan Suriah tak lepas dari peran IRGC di samping bantuan negara-negara aliansi Iran.

Tanpa tedeng aling-aling, Presiden Donald Trump pun menuding IRGC sebagai kelompok teroris lewat pidatonya di Persatuan Bangsa-Bangsa bulan lalu. Tak lama kemudian, Komandan IRGC kembali menampar Trump dengan aksinya meredam potensi perang sipil di Kirkuk. Irak pun kembali kondusif.

“Iran sengaja menantang sekaligus mempermalukan Trump hanya beberapa hari setelah Amerika menghina IRGC,” kata Khedery.

Usai tentara Irak mengambil alih kota yang berada 200 kilometer lebih utara Bagdad itu, 16 Oktober, bendera nasional negara itu kembali berkibar di gedung gubernur dan dewan provinsi menggantikan bendera Kurdistan. Masyarakat Bagdad tumpah ke jalan merayakan kembalinya Kirkuk ke pangkuan Irak. Dengan foto dan video, pengguna media sosial tak luput meramaikan pengibaran bendera perdana ini pasca-referendum pendirian negara khusus Kurdistan pada 25 September ini.

 

YS/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *