Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 22 September 2015

Dunia Protes Rencana Saudi Salib Mati Demonstran Muda 


ali-mohammed-al-nimr-saudi-teen-execution-death-by-crucifixion-facebook

Masyarakat dunia mengecam pemerintah Arab Saudi atas keputusan hukuman mati terhadap seorang pemuda, Ali Muhammad Al-Nimr, dengan cara disalib.

Media sosial, seperti twitter dan facebook, ramai dengan dukungan terhadap Ali dan kritik kepada pemerintah Saudi.

Para pegiat pembela hak asasi pun menyerukan kepada negara Uni Eropa untuk mencegah eksekusi pemerintah Arab Saudi terhadap Ali. “Tak seorang pun harus mengalami apa yang dialami Ali, seperti penyiksaan, dipaksa mengaku, dan pengadilan yang tidak adil sehingga dia divonis penyaliban,” kata Maya Foa, direktur Reprieve, sebagaimana dilansir Sputnik (18/9). Reprieve merupakan sebuah organisasi hak asasi manusia dan badan bantuan hukum.

Dia ditahan sejak ditangkap pada 14 Februari 2012 lalu kala berusia 17 tahun. Pemerintah Saudi ketika itu memburu para pendemo antipemerintah di Provinsi Qatif. Beberapa demonstran di kota itu juga telah diganjar hukuman mati. Ali sendiri dituduh berpartisipasi dalam demonstrasi ilegal dan kepemilikan senjata api. Dia dijebloskan ke penjara tanpa ada akses ke pengacara. Dia dilaporkan disiksa dan dipaksa untuk menandatangani sebuah dokumen yang setara dengan pengakuan. Meskipun tidak pernah ada bukti bahwa dia memiliki senjata api, dokumen tersebut menjadi dasar penanganan kasus terhadap Ali, seperti dilansir situs Express.co.uk, Jumat (18/9). Dia kemudian, pada 27 Mei 2014, divonis mati dengan cara disalib oleh Pengadilan Kriminal Khusus Arab Saudi.

Menurut laporan International Business Times minggu ini, Pemerintah Saudi berencana mengeksekusi Ali. Pihak keluarga tidak pernah diberitahu kapan tanggal eksekusi.

Ali dan keluarganya dengan tegas membantah tuduhan terhadap dirinya. Namun, upaya banding terakhir Ali untuk menghindari hukuman mati telah kandas.

Pengacara Ali kini khawatir kliennya akan dieksekusi dalam beberapa hari mendatang.

Kasus Ali juga diyakini dikaitkan dengan sosok pamannya, Sheikh Nimr al-Nimr Baqr, yang merupakan tokoh agama berpengaruh dan seorang aktivis. Nimr dikenal sebagai seorang kritikus terkenal yang menentang keluarga penguasa Saudi.

Sang paman yang berusia 53 tahun juga sudah divonis hukuman penyaliban atas tuduhan menghina raja dan menyampaikan khutbah yang mengganggu “keamanan nasional”.

Zainab/Islam Indonesia/ Berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *