Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 27 October 2018

Diva Penyanyi tahun 90-an, Sinéad O’Connor, Masuk Islam


Sinéad O'Connor. Photo: gazettereview

islamindonesia.id – Diva Penyanyi tahun 90-an, Sinéad O’Connor, Masuk Islam

 

Bagi penggemar musik era akhir tahun 80-an, atau awal 90-an, tentunya dia akan mengenal nama Sinéad O’Connor, penyanyi perempuan berkepala gundul dengan suara sengaunya yang khas. Bagi generasi millennial, besar kemungkinan mereka tidak akan mengenalnya, tapi paling tidak tanyakanlah kepada orang tua kalian, kalo mereka penikmat musik, besar kemungkinannya mereka mengenal Sinéad O’Connor. Kalaupun tidak tahu namanya, paling tidak mereka akan mengetahui wajah dan lagunya yang paling hits pada waktu itu:  “Nothing Compares 2 U.”

Untuk mengingatkan, berikut ini adalah video klip O’Connor Nothing Compares 2 U:

Sepanjang karir bermusiknya, hidup O’Connor selalu dipenuhi oleh kontroversi, yang paling terlihat jelas adalah penampilannya yang seperti laki-laki, berkepala botak dan berpakaian santai seperti pemuda. Penyanyi asal Irlandia ini juga tubuhnya dipenuhi dengan tato. Padahal, sebagai perempuan, banyak yang menilai sebenarnya dia berwajah cantik.

Sinéad O'Connor sebelum berkepala botak. Photo: imgur

Sinéad O’Connor sebelum berkepala botak. Photo: imgur

Pada tahun 1992, dalam sebuah acara televisi, ketika sedang membawakan lagu berjudul War karya Bob Marley, yang ditujukan untuk protes terhadap pelecehan seksual yang terjadi di Gereja Katolik, dia mengeluarkan foto Paus John Paul II, menunjukkannya ke depan kamera, dan ketika lirik lagu sampai pada kata “evil”, dia merobek-robek foto tersebut. Kemudian dia berkata “Lawan musuh yang sesungguhnya!” dan melemparkan sobekan-sobekan foto itu ke depan kamera. Suasana tiba-tiba menjadi hening, dan layar televisi beralih ke tayangan iklan.

Meskipun O’Connor meyakini kebenaran agama Kristen Katolik, percaya trinitas dan Jesus Kristus, dan pernah berkata, “Seandainya saya bukan penyanyi, mungkin sudah menjadi pendeta Katolik,” tetapi dia seringkali menyerang gereja Vatikan, pada tahun 2010 dia mengatai Vatikan sebagai “sarang setan,” dan berpendapat bahwa, “Kristus sedang dibunuh oleh para pembohong” di Vatikan. Di sisi lain, walaupun tampak menyerang, dia menunjukkan sisi religiusitasnya dengan mengatakan bahwa hidupnya diselamatkan oleh Kristus.

Kontroversi lainnya, dia sudah menikah sebanyak empat kali, dan pernikahan terakhirnya hanya berlangsung selama 17 hari. Pada tahun 2000, dia juga pernah mengaku sebagai seorang lesbian, meskipun di kemudian hari dia menarik kembali ucapannya itu. Kini, di usianya yang ke-51, dia telah memiliki empat anak dan satu cucu.

 

Masuk Islam

Pada Jumat (19/10) secara mengejutkan O’Connor yang sebelumnya pernah mengganti nama menjadi Magda Davitt (dengan alasan ingin membuang nama perbudakan patriarkinya dan menyingkirkan kekatolikannya), menyatakan telah masuk Islam.

Sebagaimana yang dia sampaikan dalam akun Twitternya, dia berkata, “Ini untuk mengumumkan bahwa saya bangga telah menjadi seorang Muslim. Ini adalah kesimpulan alamiah dari setiap perjalanan intelejensia seorang teolog. Semua studi kitab suci mengarah ke Islam. Yang mana membuat semua kitab suci lainnya tawar. Saya akan diberikan nama baru (yang lain). Nama itu adalah Shuhada’.”

Reaksi beragam muncul dalam thread komentar, ada yang menghinanya, mendukungnya, meragukannya (karena O’Connor pernah terapi kesehatan mental), menertawakannya, menyambutnya, dan lain-lain.

Akademisi Muslim Amerika Serikat, Dr. Yasir Qadhi turut berkomentar tentang masuk Islamnya O’Connor, dia berkata, “Semoga Allah memberkatimu Sr. Shuhada! Sebagai seorang anak generasi 80-an, saya tumbuh dengan mendengarkan lirik anda, dan saya menonton langsung di tahun 90-an ketika anda mengungkapkan kemarahan anda kepada Paus atas skandal pelecehan dengan merobek gambarnya! Saya selalu merasa bahwa anda adalah orang yang sangat religius. Salam dan selamat datang!”

Pada postingan selanjutnya O’Connor yang telah berganti nama menjadi Shuhada’ Davitt melampirkan video dirinya yang sedang menyanyikan kata-kata Adzan, dia berkata, “Ini adalah percobaan pertama saya untuk menyanyikan Adzan. Saya melakukan beberapa kesalahan pengucapan, karena emosi membuatku tidak melihat halaman (kata-kata adzan di lembaran kertas di hadapannya)…. tetapi akan ada ratusan lainnya yang akan ditampilkan ….,” ujarnya.

Beberapa Muslim mengkritiknya karena menurut mereka Adzan hanya diperbolehkan untuk laki-laki, dan suara perempuan haram untuk ditampilkan dalam nyanyian. Namun beberapa lainnya membela, mereka berkata bahwa Shuhada’ hanya menyanyikan kata-kata yang ada dalam Adzan karena dia menyukai kandungan kata-katanya, bukan dalam maksud untuk melakukan Adzan yang sebenarnya.

Pada postingan selanjutnya Shuhada’ berkata, “Sahabatku, Elaine, baru saja memberiku jilbab pertama dan dia menggigil di sekujur tubuhnya saat saya mengenakannya. Tidak akan memposting foto karena sangat pribadi. Dan saya seorang wanita tua yang jelek. Tapi saya adalah wanita tua yang sangat, sangat, sangat bahagia.”

Shuhada’ juga memposting Surat Al-Baqarah Ayat 23 dalam bahasa Inggris, yang dalam bahasa Indonesia artinya, “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Jika pada postingan Shuhada’ sedang beradzan dia belum mengenakan hijab yang sempurna, maka pada postingan selanjutnya dia sudah mengenakan jilbab yang benar-benar tertutup, dengan caption yang sangat singkat, “Bahagia,” ujarnya.

 

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *