Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 27 April 2017

Diundang PP Muhammadiyah, Dubes Rusia dan Iran Ungkap Alasan Bantu Suriah


images

Islamindonesia.id – Diundang PP Muhammadiyah, Dubes Rusia dan Iran Ungkap Alasan Bantu Suriah

 

Selang beberapa pekan pasca-serangan maut ‘tomahawk’ Amerika Serikat ke Suriah, Muhammadiyah mengundang Duta Besar Suriah dan Republik Islam Iran untuk Indonesia dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta (26/4). Seperti diketahui, Rusia dan Iran sejauh ini dikenal gigih membantu Suriah sejak pemerintahan Bashar Assad itu berhadapan dengan kelompok militan asing bersenjata seperti ISIS hingga serangan AS baru-baru ini.

Liputan IndoPress.id melaporkan,  Duta Besar Rusia Mikhail Galuzin mengatakan, negaranya membantu Suriah karena mendapatkan permintaan resmi dari pemerintahan yang sah Bashar al-Assad. Sedangkan serangan Tomahawk dari Donald Trump jelas merupakan tindakan campur tangan ilegal.

(Baca: Menlu Rusia: Serangan AS ke Suriah Hanya Untungkan Teroris)

Terorisme yang menjadi krisis utama Suriah, tak bisa dinilai sebagai dua hal. Maksudnya, tak ada terorisme yang baik atau buruk. Apapun bentuknya melawan terorisme harus menjadi tujuan masyarakat Suriah dan fokus kemanusiaan dunia.

Begitu juga Duta Besar Iran, Mohammadi Nasrabadi menekankan butuhnya, “Dialog politis antara dua sisi. Sekaligus bantuan dunia yang bekerja sama untuk membasmi terorisme dimanapun,” tuturnya dalam diskusi “Krisis Suriah dan Jalan Keluarnya” di Kantor Muhammadiyah itu.

Mohammadi juga menekankan, masyarakat Suriah mau tak mau, harus menentukan nasib mereka sendiri. Kelompok politik Suriah, seharusnya menjadi inisiator negosiasi damai, bukan intervensi pihak luar.

Baik Iran maupun Rusia menempatkan diri sebagai pengingat dan teman diskusi di sisi Suriah. Tak ada pergerakan tanpa persetujuan pemerintah berkuasa.

Galuzin juga mengimbau agar pihak Amerika menerima proposal pengajuan Rusia terkait gerakan anti-terorisme global. Rusia telah memulai pengajuan ini sejak tahun 2015 lewat perjanjian Wina yang menghasilkan International Support of Syria atau Dukungan Internasional Suriah. Isinya adalah dialog non-konstitusi, bergerak dalam koridor kemanusiaan, yang berakhir pada pemilihan tanpa intervensi.

Pada prinsipnya, tak ada kekerasan yang bisa kalah oleh kekerasan. Pemerintahan dunia seharusnya mendukung jalan damai untuk menuntaskan krisis Suriah.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, Muhyiddin Junaidi, menjelaskan, fokus diskusi adalah untuk mengetahui situasi terkini Suriah. Tentu, utamanya usai serangan yang dilakukan AS, menimbulkan cukup banyak korban dan meningkatkan ketegangan di Suriah.

“Indonesia akan berusaha jadi inisiator perdamaian dan berusaha netral, serta berada di tengah sebagai mediator,” kata Kiai Muhyiddin, seperti dilansir republika.co.id, 26/4.

Ia merasa, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia, akan terus mencari solusi dari konflik dan krisis yang tidak berhenti di Suriah. Karenanya, Kiai Muhyiddin menilai penting mendatangkan perwakilan dari Rusia dan Iran, yang memang terkait erat dengan situasi di Suriah. []

 

 

YS/ islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *