Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 08 October 2016

Dinilai Melampaui Batas, Aa Gym: Ahok Sebaiknya Minta Maaf Secara Terbuka


maxresdefault

IslamIndonesia.id – Dinilai Melampaui Batas, Aa Gym: Ahok Sebaiknya Minta Maaf Secara Terbuka

 

Kurang lebih 130 hari menuju Pilgub DKI 2017, konstelasi politik di Ibu Kota Indonesia semakin dinamis. Isu agama yang rentan melahirkan konflik pun merebak seiring Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut surah Al-Maidah (ayat 51) ‘dipolitisasi’ agar warga tidak memilihnya. Pernyataaan Gubernur DKI di Kepulauan Seribu itu pun disambut beragam reaksi dan tanggapan.

“Saudara Ahok memberikan statement pernyataan terhadap Al-Qur’an dengan perkataan yang tidak pada tempatnya dengan cara yang tidak pada tempatnya. Ini adalah perbuatan melampaui batas, ini adalah perbuatan tercela, ini adalah perbuatan yang akan menimbulkan konsekuensi dari perkataannya,” kata muballigh Islam KH. Abdullah Gymnastiar menanggapi pernyataan Ahok soal surah Al-Maidah yang hingga kini viral di berbagai media.

[Baca: SOROTAN – Apakah Tafsir Al-Maidah 51 yang Dikutip Ahok?]

Oleh karena itu, kata pria yang akrab disapa Aa Gym ini, sangat bisa dimaklumi jika umat Islam merasa tersinggung dan terluka oleh pernyataan yang melampaui batas ini.

“Apalagi seorang yang diberikan cobaan jadi pimpinan di Jakarta,” katanya lewat akun facebook resmi KH. Abdullah Gymnastiar, (7/10) yang hingga artikel ini diturunkan telah dibagikan lebih dari 69.000 kali.

Kepada umat Islam seluruhnya, Aa Gym berpesan bahwa takdir adanya kejadian ini adalah ladang untuk beramal dan pencerah pemikiran serta sikap Muslimin. Peristiwa ini menjadi alat ukur apakah hati umat Islam tersinggung atau tidak. Bagi Aa Gym, kalau merasa biasa-biasa saja Al- Qur’an diremehkan, maka itu menunjukkan kadar keimanan  yang masih sangat rendah.

“Andaikata kita tersengat merasa terluka, maka ini kita syukuri. Bahwa kita masih peduli dan menghormati kalam Allah.”

Namun pada saat yang sama umat Islam pun harus menyikapi orang yang melampaui batas ini dengan sikap yang ada dalam koridor ahlakul karimah. Islam, katanya, tidak mengenal kezaliman kepada siapapun.

“Kita sikapi perbuatan ahok ini dengan sikap yang tidak melampaui batas bahkan menunjukkan bagaimana Islam menyikapi dengan sikap terhormat akhlakul karimah.”

Sebaiknya, menurut Aa Gym, umat Islam mengingatkan saudara Ahok bahwa perbuatannya itu sangat salah, “Dan dianjurkan untuk memohon maaf secara terbuka kepada umat Islam diakui dengan jujur dan tidak boleh mengulanginya lagi.”

Andai pun sudah meminta maaf terbuka, umat Islam adalah pemaaf, katanya. Namun jika Ahok merasa tidak bersalah, dan tetap melakukan perbuatan seperti ini, maka Aa Gym mengajak menyelesaikan bersama dalam koridor hukum.

“Kita tuntut keadilan lewat koridor yang benar-benar diharapkan bisa menuntaskan ini dengan sikap yang adil.”

Bagi pria kelahiran Bandung ini, banyak hikmah dari kejadian ini. Pemimpin yang berbeda akidah, kata Aa Gym, tidak akan pernah bisa memahami apa yang umat Islam muliakan, dan hormati.

“Sulit bagi pemimpin yang berbeda akidah akan memuliakan Allah karena tidak mengimaninya. Tidak akan bisa menghormati Al Quran karena tidak mengimaninya. Tidak akan bisa menghormati dan memulikan Rasulullah sebagaimana mestinya karena tidak mengimaninya.”

Dalam Al-Quran, lanjut pria 54 tahun ini, 7 ayat memerintahkan untuk tidak memilih orang yang berbeda akidah karena memang tidak akan pernah bisa memuliakan Allah, memuliakan kalam Allah, memulikan Rasulullah sebagaimana mestinya.

“Semoga adanya kejadian ini benar-benar membuat kita semua memahami apa yang semestinya kita lakukan. Mudah-mudahan semua pihak mendapat pelajaran dan mengambil hikmah.”

Aa Gym, lewat akun facebooknya, mengunggah pernyataan sikapnya soal Ahok ini dengan bentuk video berdurasi 7 menit 23 detik. Di awal, muballig nasional ini tidak ingin menyinggung soal etnis karena, “Saudara Ahok sebagai etnis Tionghoa itu adalah bukan pilihannya. Ini adalah takdir yang menciptakannya, sehingga bukan wilayah kita untuk mengomentari etnis.”

Adapun Ahok yang beragama non-Islam, bagi Aa Gym, itu adalah pilihannya. “Dan setiap orang berhak memilih apa yang akan dipertanggungjawabkannya dunia akhirat. Bagi kita umat Islam tidak ada masalah, lakum dinukum waliadin.” []

 

[Baca – Cak Nun: Kalau Ada Pemimpin Adil,  Ya Tidak Bisa Disebut Kafir Dong]

 

 

YS/IslamIndonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *