Satu Islam Untuk Semua

Monday, 08 June 2015

Di Turki, Pemilu Parlemen Gunting Kuku Kekuasaan Erdogan, Kubu Islamis


1000

Pemilu parlemen Turki yang berlangsung akhir pekan kemarin berakhir mengecewakan bagi Presiden Recep Tayyip Erdogan dan kubu Islamis di belakangnya. Partai Adalet ve Kalkınma Partisi atau AKP, kurang lebih seperti Partai Keadilan Sejahtera di Indonesia, yang sejak 2002 memimpin mayoritas mutlak di parlemen kali ini gagal meraih perolehan yang ditargetkan.

Hasil sementara yang didasarkan pada penghitungan 93,48% suara menunjukkan perolehan AKP hanya sekitar 41,15%, memangkas legitimasi Erdogan dan AKP yang selama ini nyaris tak tertandingi.

Pukulan lain yang tak kalah menyakitkannya bagi kubu Erdogan ialah keberhasilan partai pro Kurdi HDP untuk pertama kalinya meraih 12,38% suara, melampaui ambang batas 10% agar suatu partai dapat menempatkan wakilnya di parlemen .

AKP akan tetap menempati posisi partai pemenang dengan 261 kursi, tapi kehilangan 69 dari 330 kursi yang diraihnya pada periode sebelumnya. Ini artinya AKP tak punya kans meminta  referendum untuk mengubah konstitusi sebagaimana yang selama ini diinginkan Erdogan.

Erdogan, eks perdana menteri satu dekade lebih, menginginkan konstitusi memberi kekuasaan politik lebih besar pada presiden ketimbang selama ini pada perdana menteri. Lawan-lawan politiknya menggambarkan keinginan itu sebagai isyarat Erdogan melangkah di jalur “kediktatoran”.

Sementara itu, partai oposisi terbesar CHP kali ini sukses meraih 25,24 persen, disusul partai nasionalis MHP dengan perolehan 16,6 suara.

CNN Turk mengutip pendapat seorang pekerja bangunan, Ferid Kanzary, yang menyatakan bahwa hasil pemilu ini mengakhiri monopoli AKP yang selama ini menguasai kebijakan Turki. “Saya yakin hari ini kediktatoran berakhir dan demokrasi dimulai kembali. Hari ini adalah hari yang penuh harapan,” katanya.

Media Turki selama ini bersikap kritis pada Erdogan yang dianggap melanggar hukum dengan berkampanye untuk AKP meski undang-undang mengharuskan presiden tidak memihak. 

MH/Berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *