Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 21 October 2017

Di Sela Acara Puncak Hari Santri, Menag Bagikan 20.056 KIP Santri di Semarang


Di Sela Acara Puncak Hari Santri, Menag Bagikan 20.056 KIP Santri di Semarang

islamindonesia.id – Di Sela Acara Puncak Hari Santri, Menag Bagikan 20.056 KIP Santri di Semarang

 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan 20.056 Kartu Indonesia Pintar (KIP) Santri di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. KIP diberikan di sela acara puncak Hari Santri 2017.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan 5 santri di panggung megah yang berdiri di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Selain KIP, menteri Agama juga memberikan penghargaan kepada Muhammad Abdul Faqih, santri Pondok Pesantren al-Munawwir. Faqih diberi penghargaan berkat prestasinya meraih juara III cabang tahfidz pada Musabaqah Hifdzil Qur’an tingkat Internasional di Arab Saudi.

Menteri Lukman mengatakan pemerintah mengakui santri lulusan pesantren dan mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Semua lulusan pesantren, salaf sekalipun juga diakui dapat rekognisi oleh negara, bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” kata Lukman usai memberikan KIP Santri, Sabtu (21/10/2017).

Usai memberikan KIP Santri, Menteri Agama juga menekan tombol sirine dimulainya hitungan mundur pelaksanaan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional VI yang akan dilaksanakan tanggal 29 November sampai 7 Desember 2017 di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Kabupaten Jepara.

Rangkaian Hari Santri di Semarang sudah diawali sejak siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB dengan pemecahan rekor Muri pembuatan komik terpanjang yaitu 300 meter. Komik dibuat oleh 31 komikus dengan batas waktu sampai pukul 18.00 WIB.

Komik panjang itu berkisah tentang peran santri dalam sejarah Indonesia. Peran santri digambarkan sejak dari masuknya Islam ke Indonesia, era penjajahan, perang di Jawa, perlawanan santri, berdirinya ormas Islam, hingga resolusi jihad 22 Oktober 1945 dan perang 10 November 1945.

Dalam acara inti yang digelar malam hari, Lapangan Pancasila Simpang Lima didatangi ribuan santri dari berbagai daerah. Hadir dalam acara ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Umum PPP Romahurmuzy, Ketua MUI Jateng Ahmad Daroji, dan sejumlah ulama.

Rangkaian acara ditutup dengan Shalawat kebangsaan hari santri 2017 oleh Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, Habib Umar Muthohar dan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *