Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 03 June 2015

Di Pengadilan Amerika Serikat, Seorang Muslimah Berjilbab Bukukan Kemenangan Bersejarah


IMG_1156.JPG

Sebuah perusahaan retail pakaian ternama di Amerika Serikat terbukti bersalah lantaran menggergaji kesempatan kerja seorang Muslimah semata karena dia berjibab, kata hakim agung, menyalakan pelita harapan kalangan minoritas yang kerap mengeluhkan kerasnya cekikan diskriminasi.

“Ini perkara cetek,” kata hakim Antonin Scalia saat membacakan putusan akhir persidangan fenomenal Samantha Elauf vs Abercrombie & Fitch, Senin.

Kasus berawal pada 2008, saat Elauf, kala itu masih 17 tahun, melamar kerja di toko pakaian anak Abercrombie & Fitch di sebuah mall di Tulsa, Oklahoma. Perusahaan menolak mempekerjakannya semata karena jilbab yang dia kenakan dianggap bertentangan dengan aturan busana perusahaan.

“Perusahaan tak sepatutnya menjadikan praktik keagamaan seseorang, baik itu diungkapkan maupun tidak, sebagai pertimbangan dalam merekrut pegawai,” kata hakim Scalia dalam putusan tertulis.

Kemenangan Elauf mendapat sambutan meriah dari kelompok minoritas, termasuk Muslimin, Sikh dan Yahudi. Mereka bilang putusan itu bakal membentengi kaum minoritas dari diskriminasi kerja.

“Keputusan Mahkamah Agung … menguatkan hak dasar seseorang untuk mempraktikkan keyakinan agamanya tanpa ketakutan bakal tak dapat kesempatan mengejar mimpi kemakmuran, kesetaraan dan kemajuan di American,” kata perwakilan komunitas Sikh, Gurjot Kaur.

Zainab/The New York Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *