Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 07 June 2015

Di Malaysia, Perseteruan Najib vs Mahathir Meruncing; Polisi Main Kayu


IMG_1170.JPG

Perseteruan elit politik partai berkuada UMNO, antara Dr. Mahathir Mohamad vs Perdana Menteri Najib Rajak, semakin memanas sejak Mahathir mengungkit skandal Badan Investasi Negara 1MDB (1 Malaysia Development Berhad) yang melibatkan Najib, tiga bulan lalu. Bahkan dalam Forum 1MDB yang diadakan pada Jum’at (5/6), aparat kepolisian meminta Mahathir menghentikan pidato di hadapan kurang lebih 1.000 orang peserta forum. 

Media Malaysia melaporkan, sesaat setelah dihentikan, Mahathir berusaha menjelaskan kepada aparat yang naik ke panggung kalau dia tamu resmi dalam acara di Putra World Trade Center itu. Polisi tak menggubris pembelaan itu dan tetap tidak memperkenankan Mahathir melanjutkan pidato. 

Polisi bahkan mematikan mikrofon di tempat acara, kata The Malaysian Insider.

Peserta forum yang terdiri dari sejumlah LSM dan kelompok sipil ini kecewa dan marah. Suasana forum pun ricuh. Bahkan sebagian peserta naik ke panggung hingga akhirnya Mahathir diizinkan untuk berbicara di depan pers. 

Setelah konfrensi pers, petinggi senior UMNO itu dikawal oleh sejumlah polisi hingga ke mobilnya yang diiringi dengan yel-yel peserta forum, “Hidup Tun..!, Hidup Tun..!”

Menurut panitia, sebenarnya Najib telah bersedia menjadi pembicara dalam forum bertajuk “Nothing2hide – Dialogue with the PM”. Penyelenggara forum yang berasal dari asosiasi relawan advokat di Malaysia menjelaskan forum ini diharapkan menjadi ruang bagiNajib untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik isu skandal 1MBD dan berbagai isu lainnya yang berhubungan dengan birokrasi dan kepemimpinannya. 

Namun pada hari H sebelum dimulainya acara, akun twitter kepolisian Malaysia mengumumkan pembatalan hadirnya PM Najib. Dari media yang sama, Inspektur Kepolisian Tan Sri Khalid Abu Bakar meminta acara dihentikan demi menjaga “stabilitas” masyarakat. Alih-alih mengikuti permintaan polisi, para pendukung Mahathir malah mendesak mantan perdana menteri terlama itu berbicara di forum sehingga membuat peserta lainnya gempar. 

Mahathir pun naik panggung dan menjelaskan mengapa dia harus berbicara di mimbar yang seharusnya untuk Najib.

“Ini bukan masalah antara Najib dan saya, namun ini masalah kita semua…” katanya di atas mimbar sebelum akhirnya dihentikan oleh aparat kepolisian. 

Dalam konferensi pers, Mahathir menanggapi santai perihal sikap kepolisian yang memintanya berhenti berbicara. Dengan canda, pengagum ayah Najib itu berkata bahwa polisi memintanya untuk berhenti karena peserta terlalu berisik.

“Saya berhenti ketika diminta (oleh aparat), karena saya adalah masyarakat yang taat hukum,” katanya sambil mengulum senyum. 

Menurut sebagian analisis, turut hadirnya sahabat penguasa orde baru Soeharto ini menandakan adanya keinginan dari masyarakat untuk mempertemukan Najib dan pengkritik utamanya, Mahathir, yang selama ini berseteru via media dalam masalah 1MBD.

“Ini adalah kesempatan yang terbaik baginya (Najib) untuk merobohkan Mahathir. Sayangnya, karena dia tidak datang, saya melihat Mahathir sebagai di pihak yang menang,” kata Datuk Hamidah Osman, kepala UMNO Urusan Wanita dari daerah Gopeng, Perak.

Edy/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *