Satu Islam Untuk Semua

Monday, 06 July 2015

Di Malaysia, Kejaksaan Buka Penyelidikan Kriminal atas ‘Rekening Gendut’ PM Najib


TG1L0ZIANsADmCpb1V7oxPhZERdFEeQIClmcwwZwXfe-6ncs_ExPLpmK5Rns4-fe4SMOvt84OQngBArpwtq6uwHjMvh7w_rWxcr7rtwghrbM547BPXobGAzqpSWYG2uMmXbHyCshelj_jKAStbUh6WYq30FlNpAFEBNq=w470-h313-nc

Skandal badan investasi 1MBD yang melilit Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, tampaknya belum menemui halaman akhir. Setelah sekuat tenaga membela diri dari serangan oposisi hingga koleganya sendiri di partai berkuasa UMNO terkait aneka tudingan korupsi 1MBD, kini Najib dihadapkan lagi dengan tudingan yang jauh lebih serius: tindak kriminal. Bocoran dokumen di sebuah media asing menujukkan adanya aliran jutaan dollar uang ke rekening pribadi Najib.

Mengemuka pertama kali di The Wall Street Journal, Kamis (2/6), bocoran dokumen menyebutkan adanya aliran uang kas sekitar US$ 700 juta ke rekening pribadi Najib. Media berbasis di Amerika Serikat ini juga melaporkan ada lima transaksi mencurigakan di rekening Najib, dengan nilai tertinggi sekitar $ 620 juta (Rp. 8,2 Trilliun) dan $ 61 juta (Rp. 811 Miliar) juta, yang terjadi jelang Pemilu 2013. Aliran dana ‘rekening gendut’ Najib itu diduga berasal dari 1MDB.

Jaksa Agung, Abdul Gani Patail, menyatakan telah menerima dokumen hasil tim investigasi yang mengaitkan aliran dana mencurigakan dalam rekening pribadi Najib dan 1MDB.

Kejaksaan telah memeriksa tiga perusahaan yang berkaitan dengan 1MDB dan terlibat dalam transaksi mencurigakan itu, katanya.

Jika penyelidikan bocoran dokumen itu  membuktikan adanya tindak kriminal, Najib dinilai telah membuat sejarah terburuk dalam kancah politik Malaysia. “Ini kutukan sekaligus malapetaka bagi Najib. Peristiwa ini benar-benar belum pernah terjadi dalam dunia politik Malaysia. Untuk pertama kalinya, kita menyaksikan perdana menteri menghadapi kasus tindak kriminal,” kata Wan Saiful Wan Jan, Direktur Institute for Democracy and Economic Affairs sebagaimana dikutip oleh The Jakarta Post, Jumat.

Dari pihak Najib, Menteri Dalam Negeri Zahid Hamidi, menggambarkan tuduhan atas Najib sebagai “tindakan yang tidak berdasar bahkan mendekati kategori kriminal”. Dia berharap polisi menangkap siapapun yang ingin “mengacaukan stabilitas demokrasi dan ekonomi Malaysia”.

Najib sendiri, sebagaimana yang dilaporkan media di Kuala Lumpur, membantah laporan Wall Street. Dia mengklaim tuduhan itu merupakan bagian dari usaha “sabotase politik” eks Perdana Menteri Mahathir Muhammad.
1 Malaysia Development Berhad atau 1MDB merupakan lembaga milik negara dalam bidang investasi. Lembaga bentukan Najib pada 2009 itu kini tercatat tekor US$ 11 miliar. Berbagai isu penggelapan uang negara pun mewarnai skandal 1MDB, disusul jatuhnya popularitas UMNO. Tiadanya sikap transparansi dalam kasus ini membuat senior Najib di UMNO, Mahathir, angkat suara. Bahkan Mahathir secara terang-terangan menuntut Najib mundur. Kritik Mahathir semakin keras lepas Najib dikabarkan menggunakan dana Tabungan Haji untuk menalangi utamg 1MDB. Najib menampik tudingan itu.

Ketegangan kedua elit partai penguasa ini semakin meruncing ketika pidato Mahathir dihentikan oleh aparat kepolisian dalam sebuah forum dialog 1MDB di Kuala Lumpur, Mei silam.

Edy/Islam Indonesia/ Foto: The Malaysian Insider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *