Satu Islam Untuk Semua

Monday, 19 November 2018

Di Dubai, Program ‘Tur Masjid’ Dirilis untuk Penganut Semua Agama


AR-181119229

Islamindonesia.id – Di Dubai, Program ‘Tur Masjid’ Dirilis untuk Penganut Semua Agama

 

 

Apakah Anda termasuk orang yang penasaran tentang masjid dan apa saja sih yang orang Islam lakukan di dalamnya? Tentunya, pertanyaan ini ditujukan secara khusus kepada non-muslim.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Pusat Informasi Islam (IIC) di Dubai, Uni Emirat Arab, meluncurkan program tur bertajuk ‘tamasya masjid’. Program ini dibuka secara gratis untuk  penganut semua agama dan keyakinan, penduduk setempat maupun turis mancanegara.

“Walau saya telah menetap lima tahun di Dubai, hari inilah saya kali pertama memahami konsep Islam dan melihat masjid dari dalam,” kata Cherryl, penduduk asal Sri Langka seperti dilaporkan media berbasis Dubai khaleejtimes.com, 17 November.

Awalnya, program ini dilakukan oleh Masjid Mohammad bin Ahmed Al Mulla di Dubai  setiap senin, pukul 10 hingga 11 siang. Keesokan harinya, Masjid ini memberikan kesempatan secara khusus kepada sekolah yang ingin memberikan informasi kepada murid-muridnya terkait budaya Islam, ibadah muslimin dan tempat ibadahnya. Demikian setiap pekannya lalu diikuti oleh masjid lainnya di bawah wadah IIC.

Tak sedikit pengunjung yang mengikuti tur ini dengan menggunakan gamis yang umumnya dipakai muslim dan muslimah. Dengan gamis ini, menurut pengunjung, mereka lebih dapat menjiwai pengalaman tur dalam rumah ibadah muslimin.

Juru bicara IIC Lewis Bullock mengatakan, sejauh lima minggu sejak program ini dirilis, tanggapan pengunjung  sangat bagus. Namun pujian itu tak menurunkan upaya IIC untuk menjelaskan lebih dalam ihwal kegiatan Muslim dalam masjid, etika di dalamnya dan cara mereka salat.

Tim IIC, misalnya, mendemonstrasikan secara lengkap kepada pengunjung cara muslim melakukan kewajibannya di masjid. Setelah itu, Tim memperlihatkan arsitektur masjid sebelum mempersilahkan mereka duduk untuk berbincang ihwal Islam.

Dari perbincangan itu, ragam pertanyaan pengunjung muncul, seperti: pada usia berapa seorang anak diwajibkan salat, apakah lafaz azan seluruh dunia itu sama, mengapa muslimah diwajibkan berjilbab, mengapa wanita dan pria salat terpisah di masjid, dan lain sebagainya.

Turis asal Inggris, Paul dan Ruth, mengaku tercerahkan soal Islam ketika mengikuti tur di masjid ini. “Kami belajar bagaimana indahnya dan sucinya agama ini, hal yang sering kali tidak digambarkan dengan benar oleh media Barat,” katanya.[]

 

 

 

 

YS/islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *