Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 03 June 2015

Di Arizona, Amerika Serikat, Kala Cinta Mengalahkan Kebencian


Rabbi Jeremy Schneider and Imam Mahmoud Sulaiman hug during an interfaith rally titled "Love is Stronger than Hate" at the Islamic Community Center in Phoenix, Arizona, United States June 1, 2015. The rally was held in response to an earlier anti-Muslim rally at the same location. REUTERS/Deanna Dent - RTR4YF1W

Komunitas umat lintas agama di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat menggelar acara solidaritas bertajuk “Love is Stronger than Hate” pada Senin (1/6) di tengah mengerasnya provokasi dan sentimen anti-Muslim.

Bertempat di pekarangan Islamic Community Center, acara itu antara lain mendatangkan pembicara dari berbagai pemuka agama untuk ‘menunjukkan bahwa ketika salah satu dari kita dianiaya, komunitas kami merespon dengan pesan cinta dan bukannya kebencian’.

“Kami meminta Anda membawa bunga sebagai simbol cinta dan kepedulian,” kata penyelenggara dalam sebuah akun Facebook. “Kita lebih baik bersama, dan bersama kita kuat.”

Pendeta Erin Tamayo, salah satu penyelenggara, berpendapat merebaknya sentimen anti-Islam bisa mengancam keutuhan warga Arizona.  “Kami adalah satu, meskipun kita berbeda,” katanya.

Pimpinan komunitas Muslim di Phoenix, Usamah Shami, mengatakan menerima dukungan solidaritas via email dari berbagai belahan dunia.

“Banyak orang menganut kepercayaan yang berbeda, tetapi ketika menyangkut kebebasan beragama, seluruh jamaah akan saling bahu membahu ” kata Shami.

Shami mengatakan ia sangat berbesar hati mendapat dukungan dari Gereja Orangewood, sebuah komunitas Kristen yang terletak kurang dari satu mil dari masjid. Hubungan antara dua lembaga ini kuat selama bertahun-tahun. Mereka kerap bekerjasama menggelar peringati Tragedi 11 September setiap tahunnya.

“Mereka adalah teman dan tetangga saya,” kata salah satu jamaah orangwood kepada Huffington Post.

Pekan lalu, sekelompok pengendara motor besar berdemonstrasi di luar pekarangan Islamic Community Center Phoenix. Pimpinan demonstrasi, Jon Ritzheimer, berdalih demonstasi itu untuk mengecam Muslim yang terlibat dalam penembakan di arena kontes  ‘kartu’ Nabi Muhammad pada awal Mei.

(Ami/Huffington Post/Reuters)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *