Satu Islam Untuk Semua

Friday, 08 September 2017

Desainer Busana Muslim Tanah Air Kembali Eksis di New York Fashion Week


Desainer Busana Muslim Tanah Air Kembali Eksis di New York Fashion Week

islamindonesia.id – Desainer Busana Muslim Tanah Air Kembali Eksis di New York Fashion Week

 

Hijab dan abaya mencuri perhatian publik di New York Fashion Week koleksi Spring Summer 2018, di tengah isu dan kebijakan larangan bepergian ke negara Muslim yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Berbagai model abaya dan hijab ditampilkan oleh perancang busana Muslim asal Indonesia, Dian Pelangi dan Vivi Zubedi.

Seperti dilansir dari The Guardian, dengan hadirnya hijab dan abaya di salah satu pekan mode terbesar di dunia ini diharapkan dapat mengubah prasangka tentang masyarakat Muslim kepada dunia Barat.

“Kami tidak tertindas dan kami hanya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami masih bisa cantik dan bergaya dengan jilbab kami,” ujar Dian Pelangi.

Dian Pelangi menampilkan rancangan busana Muslim siap pakai yang terinspirasi dari buku berjudul Humans of New York, karya fotografer Amerika Serikat Brandon Stanton. Buku yang laris di pasaran itu mendokumentasikan keragaman 8,5 juta orang yang tinggal di New York.

Meski begitu, Dian Pelangi tidak melupakan material khas Inonesia yang penuh warna, seperti batik, songket, dan tie dye yang dituangkan dalam bentuk rok berpotongan lebar, wide-pant, loose jacket, dan brokat. Adapun untuk hijabnya, Dian Pelangi terinspirasi dari gaya Eropa abad pertengahan.

Selain Dian Pelangi, desainer Vivi Zubedi juga menghadirkan busana muslim tapi lebih bergaya konservatif seperti abaya khas Timur Tengah. Di bagian belakang gaunnya yang berwarna-warni terdapat tulisan ‘Mekkah, Madinah, Jannah’.

“Saya sangat mencintai Amerika Serikat dan saya memiliki banyak klien di sini,” kata Vivi Zubedi. “Jilbab itu indah, dan kita semua masih manusia tak peduli apapun agamamu.”

Dian Pelangi dan Vivi Zubedi adalah dua dari lima desainer Indonesia yang tampil dalam New York Fashion Week: First Stage. Tiga perancang busana lainnya adalah Barli Asmara, Catherine Njoo, dan Melia Wijaya serta desainer aksesoris Doris Dorothea.

New York Fashion Week: First Stage adalah sebuah platform yang memberi kesempatan desainer global untuk tampil di New York Fashion Week, apakah mereka memulai debutnya di Amerika Serikat untuk pertama kalinya atau ingin membangun jejaring ke pasar mode internasional.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *