Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 25 October 2016

Demo Ahok Akan Digelar Kembali, PBNU: Tak Ada Gunanya, Hanya Rawan Fitnah


images

islamindonesia.id – Demo Ahok Akan Digelar Kembali, PBNU:  Tak Ada Gunanya, Hanya Rawan Fitnah

 

Menanggapi sejumlah ormas yang akan mengarahkan massa untuk “demo Ahok” 4 November mendatang, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirajd mengingatkan untuk berhati-hati menyikapi keadaan seperti kasus Ahok akhir-akhir ini. Sekarang, kata Kiai Said, keadaan dan isu semakin liar, tak terkontrol, bukan lagi soal politik Pilgub DKI, tapi lebih besar dan rumit lagi.

Karena itu, Kiai Said meminta warga NU – yang menurut Exit Poll 2013 – berjumlah 91,2 juta ini, tidak ikut turun demonstrasi. Nahkoda NU ini beralasan hal tersebut bisa memicu fitnah.

“Warga NU Tidak boleh demo, apel santri boleh seperti ini. Demo tidak boleh, tidak (ada) keuntungan, hanya rawan jadi fitnah,” katanya saat memimpin upacara Peringatan Hari Santri Nasional belum lama ini.

Lebih lanjut, jebolan Pondok Krapyak Yogyakarta ini mengingatkan warga Nahdliyin dan umat Islam tidak boleh lengah sedikitpun dengan susupan kaum radikal, titipan-titipan isu yang membahayakan NKRI, stabilitas nasional dan toleransi antar umat beragama.

Sikap MUI akhir-akhir ini misalnya, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama Rumadi Ahmad  mengatakan, pemanfaatan lembaga ini sebagai sarang kelompok radikal sudah lama terjadi. Ketika masih di Wahid Institute persisnya pada 2010, Rumadi sudah mewanti-wanti pengurus MUI bahwa MUI dijadikan banker kelompok radikal.

“Ada tokoh di MUI yang memasukkan orang-orang yang paham kebangsaannya kacau, menolak Pancasila, dan menolak konstitusi, tapi difasilitasi oleh tokoh itu. Untungnya pengurus MUI mau mendengar dan tokoh itu ‘dikotakkan’ dan tidak diberikan peran yang maksimal sehingga wajah MUI pasca 2010 relatif lebih ramah,” kata Rumadi dalam diskusi bertajuk “Posisi MUI dalam Hukum Islam dan Hukum Indonesia” seperti dikutipmadinaonline.id, 16/10.

Pasalnya, ketika Ahok meminta maaf, ada dua tokoh yang memberikan respons secara cepat. Ma’ruf Amin dan Said Aqil Siradj. Sebagai Ketua Umum MUI, Ma’ruf menyatakan bahwa ketika Ahok sudah minta maaf, sebaiknya Ahok dimaafkan. Pernyataan serupa disampaikan Said Aqil sebagai Ketua Umum PBNU.

Pasca pernyataan dua tokoh di atas, Rumadi merasa situasi berangsur mereda. Tapi beberapa jam setelah pernyataan Ma’ruf, MUI merilis pernyataan “pendapat dan sikap keagamaan” yang justru memanaskan situasi yang sudah reda. Dan pernyataan sikap MUI itu dijadikan legitimasi untuk melakukan ujaran kebencian kepada kelompok masyarakat yang berbeda pada demonstrasi pada Jumat lalu.

Sejak “demo Ahok” pada 14 Oktober lalu, Kiai Said telah meminta warga NU tidak turun dan ikut terprovokasi. Pria yang akrab disapa Kang Said ini menjamin bahwa warganya tak ada yang terafiliasi dengan gerakan radikalisme seperti yang banyak diisukan hari-hari belakangan ini.

“Saya jamin pesantren NU tidak ada yang radikal. 22 ribu lebih santri NU itu, yang radikal pasti bukan kyai dan santri NU,” katanya. []

 

YS / islam indonesia

 

 

0 responses to “Demo Ahok Akan Digelar Kembali, PBNU: Tak Ada Gunanya, Hanya Rawan Fitnah”

  1. […] menanggapi sejumlah ormas yang akan mengarahkan massa untuk “demo Ahok” 4 November mendatang, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirajd mengingatkan untuk berhati-hati menyikapi keadaan seperti […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *