Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 22 November 2015

Catut Logo NU-Muhammadiyah, Aliansi Anti Syiah Akan Dimejahijaukan


deklarasi-Anas-Getol

Dua ormas Islam Indonesia, Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah, protes atas pencatutan logonya dalam undangan dan pamflet deklarasi anti Syiah yang diadakan hari ini di Bogor (22/11). Bahkan, ketua Pengurus Cabang NU kota Bogor, Ifan Haryanto, akan membawa kasus ini ke ranah hukum jika penyelenggara, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) tidak merevisi undangannya.

“Jika ANNAS tidak merevisi undangan tersebut, PCNU Kota Bogor mempertimbangkan untuk melaporkan organisasi tersebut ke pihak yang berwajib,” katanya.

Lebih jauh, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) Pengurus Besar Nahdhatul Ulama telah membentuk tim investigasi untuk mengumpulkan semua bukti terkait pencatutan logo resmi NU oleh ANNAS.

“Senin besok, saya dan tim saya akan bertemu untuk menyusun gugatan hukum.” kata Royandi Haikal, ketua LPBH PBNU

Seketaris Majelis Hukum dan HAM (Kumham) Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haq, juga angkat bicara mengenai pencatutan logo Muhammadiyah di undangan ANNAS.

“Jadi, secara kelembagaan saya tegaskan bahwa PP Muhammadiyah tidak terlibat dalam acara itu dan dalam gerakan Annas,” katanya sambil menyatakan akan membawa kasus ini ke forum formal internal Muhammadiyah.

Fajar mengingatkan bahwa Muhammadiyah tidak pernah mengeluarkan fatwa sesat pada Syiah. Bahkan Muktamar Muhammadiyah 2015, lanjut Fajar, telah mengeluarkan rekomendasi yang di antarnya rekonsiliasi Sunni-Syiah

Sebagai perlawanan terhadap ANNAS, organisasi yang mengkampanyekan intolaransi, berbagai elemen masyarakat medeklarasikan Aliansi Nasional Gerakan Toleransi (ANAS-GETOL) di Bogor, 20/11.

“Saya menyatakan, bahwa Ansor dan Banser bersama-sama pemda, TNI, dan kepolisian akan menjaga keutuhan NKRI. Kita akan mem-back up ‘umara (pemerintah), karena alangkah baiknya negara hadir dalam persoalan ini. Jika negara tidak hadir, maka akan terjadi konflik horizontal. Prinsip kita mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Bogor, Rahmat Imron Hidayat, yang turut menyampaikan orasi di deklarasi ANAS-GETOL.

 

 

Anisa/ MadinaOnline /kupasmerdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *