Satu Islam Untuk Semua

Monday, 11 September 2017

Cambridge Mosque, Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa


Cambridge Mosque, Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa

islamindonesia.id – Cambridge Mosque, Masjid Ramah Lingkungan Pertama di Eropa

 

Kota bersejarah di Inggris, Cambridge akan membangun sebuah masjid dengan arsitektur menakjubkan. Tak hanya itu, masjid ini juga akan menjadi masjid ramah lingkungan pertama di Eropa.

Setelah bertahun-tahun komunitas Muslim yang ada di kota tersebut tak memiliki fasilitas ibadah yang memadai, akhirnya mereka memutuskan bahwa sudah waktunya mengambil tindakan.

Pada musim panas 2008, mereka membeli sebidang tanah yang dilengkapi dengan gudang tua dan kemudian menggunakannya untuk membangun masjid.

Mereka pun sepakat bahwa masjid tersebut akan dibangun mengikuti prinsip-prinsip ramah lingkungan.

“Peradaban Islam melarang pembuangan limbah bangunan, sehingga dalam pembangunan masjid baru di Cambridge, kami akan menggunakan pompa panas terbaru, teknologi konservasi dan atap hijau sehingga kita akan memiliki nol jejak karbon,” ujar Ketua Trust pembangunan masjid Cambridge, Tim Winters yang juga dikenal sebagai Abdul Hakim Murad.

Winters juga menambahkan, mereka akan membangun masjid pertama yang benar-benar ekologis. Mereka akan mendorong seluruh Muslim dunia untuk memenuhi tanggung jawab lingkungan secara global.

Selain itu, masjid baru ini akan dirancang oleh pemenang penghargaan arsitek Marks Barfield seperti London Eye dan Kew Treetop Walkway.

Adapun ide yang mendasari masjid didasarkan pada premis menciptakan sebuah oase tenang dan keberlanjutan dalam hutan perkotaan juga ditambahkan dengan suasana musim dingin.

“Masjid ini akan menjadi benar-benar inklusif, berkelanjutan, aman, nyaman dan menghormati lingkungan,” tambah Winters.

Di sekeliling masjid akan dibuat taman dengan pohon-pohon serta menyediakan rak sepeda di jalan dan parkir mobil di ruang bawah tanah. Proyek bangunan masjid ini berjalan dengan budget hingga £ 13.000.000 .

Masjid baru ini juga dapat menampung jemaah hingga 1.000 pria dan wanita. Di samping itu, akan dibuat sebuah kafe, tempat mengajar, dan ruang pertemuan untuk digunakan oleh Muslim setempat dan masyarakat non-Muslim.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *