Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 07 May 2017

Buya Syafi’i: Ideologi ISIS Dapat Angin Sejuk di Indonesia


Pidato-Kebangsaan-Buya-Syafii-Maarif-di-Milad-ke-34-MIzan-e1490896510108

IslamIndonesia.id – Buya Syafi’i: Ideologi ISIS Dapat Angin Sejuk di Indonesia

 

Tokoh senior Muhammadiyah Prof. Ahmad Syafi’i Ma’arif mengakui, pengaruh dari ideologi kelompok militan “Islamic State” ISIS telah merambah ke Indonesia. Meski tidak secara frontal tapi upaya mengganggu ke-Bhinneka-an terasa kental.

Bagi pria yang akrab disapa Buya Syafi’i, ISIS adalah manifestasi dari peradaban Arab yang sedang bangkrut. Parahnya pemahaman dan ideologi di dalamnya mendapat angin sejuk di Indonesia.

“Salah satu infiltrasi melalui sosial media sebagai perantara informasi. Peradaban yang sedang bangkrut dan kita terima dengan sikap tidak kritikal,” katanya saat menjadi dalam diskusi ke-Bhinnekaan di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, seperti dilansir Antara, 7/5.

Indonesia saat ini, lanjut Buya, tergolong rentan. Sedemikian pemerintah memang harus tegas menyikapi ideologi merusak ini.

Ia juga meminta pemerintah untuk kompak, mulai dari golongan tertinggi hingga pemerintah golongan bawah. Seperti mengawasi dan membatasi gerak organisasi-organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan masyarakat juga harus lebih kritis dalam berpikir.

Membentengi diri atas informasi dan ajakan intoleran. Salah satunya dengan perbanyak membaca dan melakukan tabayun atas informasi yang beredar.

“Saat ini banyak video tersebar isinya sudah tidak nalar hanya menghujat dan kebencian. Islam jadi korban, Quran jadi korban oleh umat Islam yang mengaku paling Islami. Kita punya Pancasila dan UUD 1945, ini adalah nilai-nilai penting,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut Warga Negara Indonesia yang tersangkut masalah di negara-negara konflik adalah orang-orang yang punya latar belakang pendidikan yang beragam. Hal ini diungkapkan ketika bersama Kepala BNPT mengunjungi 75 WNI terduga ISIS yang dideportasi dari Turki.

“Ada yang pakar IT, (berlatar pendidikan) fisika, keuangan. Latar pendidikan mereka rata-rata well educated,” kata Khofifah usai kunjungannya bersama Kepala BNPT Suhardi di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani Bambu Apus, Jakarta, seperti yang telah diberitkan Islamindonesia.id beberapa waktu lalu.

> Baca juga- Terjepit di Suriah, 531 ‘Mujahidin’ ISIS Pulang ke Indonesia

Menteri Khofifah menjelaskan, 75 WNI yang diduga berafiliasi dengan ISIS ini terdiri dari 41 dewasa (24 perempuan dan 17 laki-laki) dan 34 anak-anak. Sebagian besar dari mereka berasal dari Jawa Timur. Banyak dari mereka memiliki hubungan keluarga.

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *