Satu Islam Untuk Semua

Monday, 12 September 2016

BUKU – Hakikat Haji di Mata Ali Syariati


phoca_thumb_l_12

Islamindonesia.id – BUKU -– Hakikat Haji di Mata Ali Syariati

 

“Sekiranya saya telah membaca karya Ali Syariati ini sebelum menunaikan ibadah haji, tentu perjalanan spiritual saya akan lebih berkualitas.”

Demikian komentar cendekiawan Muslim Indonesia Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Ma’arif setelah menyelami buku ‘Rahasia Haji; Berjumpa Allah di Ka’bah Hati’.  Menurut penulisnya, Ali Syariati, sebelum berangkat haji, kita harus ‘menggugat’ dulu niat, perangkat dan perilaku jiwa kita. Sudah benarkah niat kita? Halalkah uang yang kita gunakan untuk membiayai keberangkatan kita? Jiwa mana yang kita bawa? Jiwa yang hendak bertekuk lutut dan mengakui kehinaan di hadapan Tuhan, ataukah jiwa yang hendak ‘memperalat’ Tuhan demi status baru sebagai manusia yang gila hormat dan sanjungan? Ataukah sekedar memperpanjang gelar yang kita sandang?

“Selami jiwa kita dan bunuhlah tikus-tikus busuk yang ada di dalamnya. Selami pula hakikat haji untuk kemudian kita biarkan keagungannya bersemayam dalam jiwa kita, dan memancarkan jauh ke dalam relung kehidupan sebagaimana dulu Ibrahim a.s, ‘Singa Padang Tauhid’,” katanya dalam buku yang telah diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Mizan ini.

Pada hakikatnya, lanjut Syariati, ibadah haji adalah evolusi manusia menuju Allah. Ibadah haji merupakan sebuah demonstrasi simbolis dari falsafah penciptaan Adam. Gambaran selanjutnya, pelaksanaan ibadah haji dapat dikatakan sebagai suatu pertunjukan banyak hal secara serempak. Ibadah haji, menurut intelektual Islam Iran ini, adalah sebuah pertunjukan tentang ‘penciptaan’, ‘sejarah’, ‘keesaan’, ‘ideologi Islam’ dan ‘ummah’.

“Bahasan tentang haji yang sarat dengan sentuhan filosofis rasional, yang dapat memantapkan kepuasan spiritual dan membangkitkan ruhul jihad untuk menegakkan keadilan, kejujuran, dan keunggulan,” kata cendekiawan Muslim Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl menyambut buku setebal 276 halaman ini.

Syariati mengakui, buku ini adalah hasil dari kemampuannya yang terbatas dalam menganalisis dan merangkum pertunjukan penuh mukjizat. Simbol yang manajer panggungnya adalah manajer dunia ini. Sedemikian sehingga, pria jebolan Universitas Sorbonne Paris ini menggambarkan bahwa ia seperti mencoba menuangkan samudra ke dalam sebuah cangkir!.

Meski demikian, penulis bestseller Rumah Cinta Rasulullah, Ahmad Rofi’ Usmani mengatakan bahwa buku ini merupakan, “Sebuah karya besar yang benar-benar mampu mengungkap filosofi ibadah haji: sangat mendalam, memikat, dan menyentuh benak dan kalbu.”

Syariati juga tidak lupa menegaskan, haji lebih agung daripada yang dapat dipahami pikiran. “Setiap kali aku pergi berhaji, aku merasa telah banyak belajar dan bahwa perjalanan hajiku yang berikutnya akan merupakan pengulangan semata. Akan tetapi, aku terkejut, dugaanku meleset! Dan, kalian, pembaca yang budiman, jangan berpikir bahwa apa yang aku katakan di sini adalah semua apa yang akan kalian ketahui dari pengalaman berhaji! Tidak, tidak, tidak! Ini bukanlah buku yang bertujuan menggambarkan ibadah haji. Ini hanyalah sebuah katalis untuk membuat kalian berpikir.”

117-09-28863

“Ali Syariati adalah intelektual pewaris haji Nabi Ibrahim a.s. Kajian buku ini menembus alam hakikat tingkatan haji para nabi dan wali-wali Allah,” kata K.H. Drs. Muchtar Adam, pemimpin Pesantren Babussalam Bandung menanggapi karya intelektual-aktivis yang kematiannya masih meninggalkan misteri ini. []

 

YS/IslamIndonesia

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *