Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 08 October 2017

BNPT: Kabar ISIS Kian Terdesak Mesti Disebar Agar Dunia Tahu


Kabar ISIS Kian Terdesak Mesti Disebar Agar Dunia Tahu

islamindonesia.id – BNPT: Kabar ISIS Kian Terdesak Mesti Disebar Agar Dunia Tahu

 

Bulan lalu, 18 orang warga negara Indonesia (WNI) pendukung gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kembali ke Tanah Air. Namun, bukan untuk membuat gerakan radikal, melainkan untuk bertobat.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bertindak cepat. Ke-18 orang WNI eks ISIS itu ditampung dulu di BNPT selama sebulan. Mereka diberi pembinaan sebelum dikembalikan lagi ke kampung halamannya agar tak lagi dihasut pihak tak bertanggung jawab. Dalam pengakuan mereka, alasan mereka pulang karena berupaya menyelamatkan diri dari berbagai ancaman. Pasalnya, selama di Suriah, tak ada kehidupan yang lebih baik seperti yang mereka impikan. Sebaliknya, yang ada hanya ketakutan. Apalagi setelah posisi ISIS yang kian terdesak.

Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris menyatakan kabar seperti ini memang harus disebarkan, seiring hal yang juga dilakukan teroris di mana pun.

Ditanya alasan mengapa BNPT biasanya menampung para mantan simpatisan ISIS yang bertobat tersebut sebelum mereka kembali ke masyarakat, Irfan membenarkan. Menurutnya, BNPT memang menampung, membina, melakukan pendampingan, sangat lengkap, dan komprehensif sejak mereka tiba di Indonesia. Mereka ditampung di kantor BNPT selama sebulan dan setelah itu baru dipulangkan ke kampung halamannya. Bahkan, bukan hanya sampai di situ saja, BNPT juga menyewakan rumah buat mereka.

Tingginya perhatian BNPT kepada mereka, lanjut Irfan, yakni agar mereka tidak terkooptasi lagi dan juga ke depan bisa menjadi pihak testimoner untuk dibawa dan bicara ke mana-mana, menyatakan bahwa ISIS itu menyesatkan, dan sama sekali tak terkait dengan Islam.

Apakah BNPT tidak kerepotan mengawasi gerakan-gerakan mantan simpatisan ISIS yang konon sepulang dari Suriah jadi pandai merakit bom dan merakit senjata itu?

“Tidak ada itu. Yang mereka punya adalah penderitaan. Nah, kami tidak bisa memvonis orang terus-terusan, tetapi kami tetap waspada. Kalau dikatakan merakit bom dan membuat senjata itu sangat jauh. Sebab, yang mereka dapatkan di Suriah hanyalah ancaman jiwa, seperti untuk dinikahi, diperkosa, dan lain sebagainya. Makanya, dia disekap sekian lama oleh tentara yang berkonflik di sana,” terang Irfan membantah propaganda dan berita bohong tentang ISIS yang selama ini banyak beredar.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *