Satu Islam Untuk Semua

Friday, 05 May 2017

Bertemu Jokowi, Pangeran Arab Jelaskan 6 Partisipan dan Target dalam Terorisme


Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) dan Menko PMK Puan Maharani (kanan) berbincang dengan Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Abdul Aziz (kedua kiri) disela-sela silaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Haditz Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-8 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/5). Presiden dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa semangat untuk membaca, menghayati dan keteguhan dalam mengamalkan ajaran Al-Quran hendaknya menjadi nafas umat Islam sehari-hari. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/17

islamindonesia.id – Bertemu Jokowi, Pangeran Arab Jelaskan 6 Partisipan dan Target dalam Terorisme

 

Pangeran Kerajaan Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz mengatakan, terorisme menyasar orang yang tak paham soal agama. Banyak kaum muslimin sendiri yang tidak memahami Islam. Orang tersebut yang mencerminkan citra Islam sebagai teroris.

“Kaum muslimin sendiri yang jauh dari agamanya. Mereka yang merusak agamanya sendiri. Karena terorisme berfokus pada ketidakpahamannya terhadap agama, dan ketidakpahaman kepada ayat yang mengatakan bahwa kalian adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan di permukaan bumi untuk memerintahkan yang baik dan memerangi yang mungkar,” kata Khalid saat berpidato di hadapan Presiden Jokowi di Istana Negara, seperti dilansir detik.com, Jakarta, 4/5.

Khalid menjelaskan, memerintahkan yang baik dan melarang yang mungkar ini tidak sembarangan, dan tidak sembarangan orang bisa melaksanakannya karena ada ilmunya. Kata Khalid, ulama-ulama mengatakan bahwa dalam memerintah dan melarang harus dengan ilmu yang arif dan dengan akhlak dan keluwesan.

“Kemudian Rasulullah SAW mengatakan aku diutus bukanlah sebagai fundamentalis. Aku diutus sebagi guru yang luwes, guru yang memberikan kabar gembira. Hal ini diucapkan oleh beliau tiga kali,” tambahnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan Kerajaan Arab Saudi ini menyebut, orang yang rela meledakkan dirinya atau menjadi eksekutor dalam suatu gerakan yang menyesatkan, mereka itu semua adalah para teroris.

“Teroris yang terdiri dari 6 partisipan, yang pertama adalah intelektual teroris, yang kedua planner teroris. Yang ketiga pemberi dana, yang keempat provokator teroris, yang kelima para loyalis dan pendukung teroris, dan yang keenam para eksekutor teroris,” jelasnya.

Para teroris itu, lanjut Khalid, melakukan kesalahan kriminal serta asasinasi dengan peralatan dan didukung oleh kelima elemen yang disebutkan tadi.

“Sebetulnya bahaya pemikiran terorisme di zaman modern ini menjadi satu industri yang mereka lakukan untuk kemaslahatan dan kepentingan mereka,” katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menerima Pangeran Arab Saudi Khalid bin Abdulaziz di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/5/2017). Kunjungan Pangeran Khalid bin Abdul Aziz tersebut dalam rangka menghadiri Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Al Saud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-8.

 

YS/ Islam Indonesia/ Foto: Antara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *