Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 23 October 2016

Bersama Habib Lutfi, NU Jepara Akan Gelar Baiat 1000 Santri Cinta NKRI


habib-lutfie2

islamindonesia.id – Bersama Habib Lutfi, NU Jepara Akan Gelar Baiat 1000 Santri Cinta NKRI

Di puncak acara rangkaian peringatan Hari Santri Nasional,  PCNU Jepara akan menggelar “Maulid Kebangsaan: Baiat 1000 Santri Cinta NKRI” pada Kamis malam, 27 Oktober 2016 di Masjid Baiturrahim, Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Jepara. Menurut panitia penyelenggara, peringatan ini juga akan dihadiri oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya dan Habib Zainal Abidin Assegaf dari Pekalongan.

Ketua Panitia Ahnafuddin mengatakan, acara Maulid Kebangsaan ini digagas sebagai respon terhadap mengeringnya rasa cinta tanah di kalangan anak muda. Ada 4 persen penduduk Indonesia, jelasnya, yang mendukung gerakan ISIS.

“Ini kalau dibiarkan akan terus bertambah,” kata Ahnaf.

Dari data 2015 lalu  menunjukkan angka tentang dukungan radikalisme atas nama agama yang cukup mengkhawatirkan. Data itu menunjukkan bahwa ada 52 persen guru sekolah yang setuju tindak kekerasan atas nama solidaritas Islam demi penerapan syariat Islam di Indonesia.

“14, 2 persen malah setuju penggunaan bom,” ujar Ahnaf memperlihatkan data penelitian LkiP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Melunturnya cinta tanah air ini bisa dilihat dari maraknya orang-orang atau komunitas pendidikan yang mengharamkan hormat kepada bendera merah putih. Bahkan menuduhnya syirik dan bid’ah. Dan, ironisnya, semua diatasnamakan pemurnian akidah. Seakan-akan cinta tanah air itu bukan bagian dari ajaran Islam.

Mereka yang menebar keraguan berbangsa tidak mengetahui kalau kalangan santri, yang sangat dekat dengan akses pengetahuan agama adalah penyusun lambang Garuda Pancasila (Habib Sultan Hamid), pencipta lagu Hari Merdeka (Habib Husain Mutahar), dan juga pencipta lagu Nasional Ya Ahlal Wathan (KH Wahab Chasbullah) dan seterusnya.

Baiat 1000 Santri Cinta NKRI, tambah Ahnaf, adalah ikar nyata menanamkan benih-benih persatuan di antara warga negara. “Bukan hanya santri yang dibaiat nantinya, seluruh warga negara yang hadir akan mengikuti baiat bersama Habib Luthfi,” ujarnya.

Sebelum acara baiat, ada agenda Tawasulan Waliyullah pada 26 Oktober 2016. Sebanyak 10 Hafidz Al-Qur’an akan hadir membacakan 30 juz khatam kepada ratusan nama wali se Jepara dan nama-nama arwah peserta haul massal. Sehari setelahnya, digelar acara seminar Hari Santri bertema “Mengembalikan Tokoh NU yang Hilang dari Sejarah” di Gedung MWC NU Bangsri. []

 

YS /  islam indonesia / sumber: arrahmah.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *