Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 03 October 2015

Berita Konvoi VIP Picu Tragedi Mina Menyesatkan: Saudi


rjXm4y9IGE8BmobQ--hox4G7fHedMLp2hZzE5IhnPwB5qGpKOS8EKdXd7cr9XMg60pdSoG72dHyGnUHV4qqavc5QevM5YzYd9stuL6doZbefgkwAMZ6lWWpfFM_WOU9PQbXj9ChoT9MkfBr8gLKOEu8FGC3QPoLwLmFw3sh5KowEwVb_brI=w485-h303-nc

Proses identifikasi korban Tragedi Mina memasuki minggu kedua. Jumlah korban yang dinyatakan tewas terus bertambah, termasuk jamaah haji Indonesia yang per ini 91 orang jamaah. Selain sulitnya mendapat akses identifikasi korban dari Kerajaan Saudi, proses investigasi dinilai lamban hingga membuat sejumlah negara gusar.

Sementara itu, terkait maraknya berita konvoi pejabat Saudi sebagai biang kerok terjadinya tragedi, Riyadh sejauh ini telah mengeluarkan sanggahan resmi.

“Pernyataan adanya kemacetan (rombongan haji) pada jalan yang ditutup karena agenda kerajaan atau konvoi pejabat adalah bohong,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Mayor Jenderal Mansur at Turki, dalam sebuah siaran pers yang terpajang di situs Kedutaan Saudi di Inggris.

“Ini adalah pernyataan menyesatkan dan tidak benar,” kata Muhammad bin Nawaf Al Saud, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, di London.

Menurut Nawaf, kendaraan pejabat tinggi Kerajaan Saudi tidak melewati area peristiwa tersebut.

Nawaf menyayangkan sejumlah media yang menyudutkan Saudi dalam tragedi ini. Secara khusus, dia menyebut media berbasis Iran dan Libanon sebagai sumber berita bohong itu.

Raja Salman, menurut Nawaf, yang telah mengunjungi langsung lokasi kejadian telah menginstruksikan kepada para pejabat yang terkait untuk bekerja penuh membantu korban dan menyelesaikan investigasi. Proses investigasi telah diserahkan sepenuhnya kepada mahkota kerajaan, pangeran Muhammad bin Naif bin Abdulaziz, Perdana Menteri dan Kementerian Dalam Negeri selaku pimpinan komite penyelanggara haji.

“Empat ribu staff keamanan dan 220 ambulan serta sarana lainnya (dikerahkan) untuk menyikapi tragedi tersebut” kata Nawaf.

Dalam pernyataan persnya, Nawaf mengharapkan media untuk memberikan berita tentang tragedi Mina dengan objektif dan bukan klaim tanpa bukti.

Sebelum selesainya investigasi, segala klaim mengenai penyebab tragedi yang menelan 1.000 lebih korban jiwa itu adalah klaim tanpa bukti, katanya.

“Investigasi penuh atas penyebab malapetaka ini telah diinstruksikan oleh pelayan Haramain, Raja Salman. Ketika telah diungkap oleh tim investigasi, hasilnya akan diumumkan kepada publik,” katanya.

Kendati telah menyatakan sanggahan keras, baik Nawaf, Mansur Al Turki maupun pejabat senior kerajaan lainnya tak kunjung memberi penjelasan apa yang melatari aparat Saudi menutup sejumlah ruas jalan di seputaran Mina, dua tiga jam sebelum tragedi pecah di persimpangan maut Jalan 204-233. Riyadh, di tengah membesarnya tekanan dunia, juga masih memilih merahasiakan rekaman kamera CCTV yang mengabadikan detik-detik insiden Mina.

Edy/ Islam Indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *