Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 22 October 2016

Beredar! Al-Qur’an Terjemah Versi Baru: Al-Maidah 51, Makna “Pemimpin” Diganti “Teman Setia”


beredar-al-quran-terjemah-versi-baru-al-maidah-51-makna-pemimpin-diganti-teman-setia

islamindonesia.id — Beredar! Al-Qur’an Terjemah Versi Baru: Al-Maidah 51, Makna “Pemimpin” Diganti “Teman Setia”

 

Lazim diketahui selama ini bahwa terjemahan Al-Qur’an yang beredar di Indonesia adalah terjemah Departemen Agama  atau tepatnya Yayasan Penyelenggara Penerjemah Tafsir Al-Qur’an yang ditunjuk Menteri Agama dengan Surat Keputusan No.20 Tahun 1967.

Kerja penerjemahan itu dilakukan dalam kurun waktu 8 tahun oleh tim penerjemah terdiri dari delapan orang, yakni Prof. T.M. Hasbi Ashshiddiqi, Prof. H. Bustaman A. Gani, Prof. H. Muchtar Jahya, Prof. H. M. Toha Jahjya Omar, DR. H. A. Mukti Ali, Drs. Kamal Muchtar, H. Gazali Thaib, KH. A. Musaddad, KH. Ali Maksum, Drs. Busjairi Madjid.

Terjemahan versi Indonesia yang populer di tengah masyarakat ini bahkan dipakai dalam cetakan kitab Al-Qur’an dan Terjemahannya yang diterbitkan oleh Raja Kerajaan Arab Saudi (Mujammma ‘ Al Malik Fahd Li Thiba At Al Mush-haf Asy-Syarif Madinah Al Munawwarah PO Box 6262 Kerajaan Arab Saudi).

Terjemah Al-Qur’an dengan versi yang sama ini pula yang selama ini biasa dibagikan secara gratis kepada kaum Muslimin di Indonesia melalui sekolah-sekolah, masjid, dan mushalla sebagai wakaf.

Namun tak banyak masyarakat Muslim Indonesia yang tahu persis entah sejak kapan, bahwa saat ini sudah beredar versi terjemahan lain yang dicetak tidak mengacu pada terjemahan versi Departemen Agama RI tersebut.

Namun yang pasti, hal ini mulai menjadi perbincangan hangat sejak mencuatnya “Kasus Al-Maidah 51”, terkait pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) di Pulau Seribu, yang berbuntut protes keras dari sebagian kaum Muslimin beberapa bulan terakhir.

Pasalnya, dari kesaksian beberapa orang yang melakukan pengecekan di lapangan, di beberapa toko buku ditemukan bahwa dalam terjemah Al-Qur’an versi baru yang tidak mengacu pada versi terjemah Departemen Agama RI tersebut, makna Surah Al-Maidah Ayat 51 ternyata jauh berubah.

Berdasarkan data yang diterima redaksi Islam Indonesia ditemukan bahwa dalam Al-Qur’an Terjemahan versi baru itu, khususnya pada Surah Al-Maidah ayat 51, makna kata “Awliya” yang seharusnya berarti “Pemimpin” telah berubah atau berganti menjadi “Teman Setia“.

Sementara pada Al-Qur’an Terjemahan versi Departemen Agama, terjemah selengkapnya adalah sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [Al-Maidah: 51]

Mencermati temuan ini, muncul pertanyaan sederhana: adakah pihak-pihak tertentu yang bersengaja ingin mengaburkan makna yang sebenarnya dari kata Awliya dalam Surah Al-Maidah 51 tersebut? Jika benar ada, sejatinya hal itu dilakukan untuk tujuan apa?

 

EH / Islam Indonesia

2 responses to “Beredar! Al-Qur’an Terjemah Versi Baru: Al-Maidah 51, Makna “Pemimpin” Diganti “Teman Setia””

  1. alona says:

    Ya islam indonesia ini yg menginginkan begitu

  2. roni says:

    yahudi dan nasrani tidak rido adanya muslim di alam bumi ini.padahal ajarannya bisa menyelamatkan manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *