Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 18 May 2017

Benarkah Zakir Naik Pilih Buron Karena Takut Disiksa Pemerintah India?


Benarkah Zakir Naik Pilih Buron Karena Takut Disiksa Pemerintah India

islamindonesia.id – Benarkah Zakir Naik Pilih Buron Karena Takut Disiksa Pemerintah India?

 

Terkait penyelidikaan dugaan menyebarkan ujaran kebencian dan memprovokasi teror, di samping Yayasan Penelitian Islam, Islamic Research Foundation (IRF) milik Zakir yang kini dinyatakan terlarang disebut telah mendanai sejumlah tersangka pelaku teror, Badan Investigasi Nasional (NIA) India telah beberapa kali memanggil penceramah kontroversial tersebut untuk diperiksa pada 17 April lalu. Seperti dilansir The Times Of India, itu merupakan pemanggilan ketiga setelah Zakir mangkir dari pemanggilan pada 14 Maret dan 30 Maret silam. Sementara saat itu, Zakir tengah berada di Indonesia, menjalani safari dakwah ke berbagai kota.

Sejumlah sumber yang dekat dengan penyelidikan ini menyatakan kepada The Times bahwa jika Zakir menolak kembali ke India pada 17 April, NIA akan mengajukan permohonan penangkapan ke pengadilan melalui Kementerian Dalam Negeri dan Luar Negeri.

Namun apa yang terjadi? Memilih tak pulang ke negerinya hingga kini, Zakir tetap menjadi buronan India. Zakir sendiri mengaku tinggal di Arab Saudi selama 10 bulan terakhir. Baru-baru ini, Zakir menyatakan bersedia diperiksa oleh aparat melalui video konferensi, tawaran yang langsung ditolak mentah-mentah oleh NIA.

NIA telah menanyai 20 kolega dan sejumlah pegawai Zakir terkait perusahaan, properti serta pendanaan asing selama beberapa bulan terakhir. Sebanyak 37 properti Zakir telah diidentifikasi, sebagian besar dinilai NIA mencurigakan.

Sementara itu, aparat India juga yakin dapat menyeret Zakir ke pengadilan karena ada sejumlah aliran dana mencurigakan ke sejumlah bisnisnya, terutama Harmony Media Pvt Ltd. Di perusahaan itu, Zakir dan istrinya menjadi Direktur selama beberapa tahun terakhir.

Jika surat perintah penangkapan telah diperoleh, NIA akan segera menghubungi Interpol dan meminta seluruh negara anggota untuk menangkap Zakir di mana pun ia berada.

Selain India, berbeda dengan sambutan antusias di Indonesia, sejumlah aktivs Malaysia kini justru meminta pengadilan untuk menyatakan Zakir sebagai ancaman nasional. Mereka juga meminta pengadilan mencabut status Zakir selaku penduduk permanen di Malaysia.

Lalu bagaimana tanggapan Zakir sendiri terkait tuduhan pihak luar yang dialamatkan ke dirinya?

Pendakwah kontroversial ini menegaskan alasan keengganannya kembali ke India untuk menjalani penyelidikan dugaan terorisme. “Saya takut disiksa,” katanya dalam banyak kesempatan. Penyiksaan, menurut dia, memang kerap dilakukan aparat India terhadap umat Muslim.

Seperti dilansir Free Malaysia Today, Zakir kembali menegaskan dirinya bersedia diperiksa atas tuduhan menyebarkan propaganda terorisme yang sedang diselidiki otoritas India, tetapi ia hanya mau jika dilakukan melalui telekonferensi.

“Saya sudah mengatakan (kepada otoritas) bahwa akan menjalani wawancara melalui Skype, telepon, ataupun konferensi video,” ujarnya.

“Jika saya pulang, mereka akan menyiksa saya. Buat apa saya pulang?” tutur pria yang telah menjadi penduduk tetap Malaysia selama lima tahun terakhir itu.

Sebaliknya, Zakir mempersilakan pemerintah India mencarinya di Malaysia setelah mereka meminta bantuan Interpol terkait investigasi terorisme terhadapnya.

Sekadar informasi, pada November 2016, media India melaporkan bahwa badan investigasi nasional negara itu (NIA) telah menggerebek beberapa properti komersial dan residensial milik Zakir. Dari hasil penggerebekan itu, pejabat NIA menyita beberapa dokumen yang diduga menunjukkan bahwa IRF telah mensponsori para calon milisi untuk melakukan perjalanan ke Suriah guna bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *