Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 19 June 2016

SOROTAN–Sekali lagi, Benarkah Lazuardi Sekolah Syiah?


IMG_2724

Islamindonesia.id–Sekali Lagi, Benarkah Lazuardi Sekolah Syiah?

Tiap kali liburan sekolah dan masa orangtua mencari sekolah terbaik buat anak-anaknya datang, saat itu pula fitnah terhadap Sekolah Lazuardi kembali mencuat. Salah satunya kembali menyebar sekitar sepekan ini dari seorang pengguna media sosial berinisial MA. Pemilik akun ini terang-terangan dan tanpa malu meminta orang memboikot Lazuardi dengan tuduhan sebagai sekolah Syiah.

Screen Shot 2016-06-19 at 5.38.33 AM

Tetapi, sekali lagi, benarkah Lazuardi sekolah Syiah? Di bawah ini IslamIndonesia kembali menayangkan tanggapan ketua Yayasan Lazuardi Hayati, Haidar Bagir, atas berbagai fitnah musiman yang miring tersebut.

Ketua Yayasan Lazuardi Hayati Haidar Bagir menanggapi fitnah ‘Lazuardi Sekolah Syiah’ yang berulang kali tersebar di media sosial dengan memberikan kultwit yang disertai data visual 11 November setahun silam. Fitnah itu berasal dari status netizen di Facebook Augus Fiar yang menuliskan bahwa syahadat yang diajarkan di Lazuardi berbeda dengan “syahadat Islam”. Kultwit selengkapnya dapat dibaca di tautan berikut: http://chirpstory.com/li/292649

Selain itu, wali murid yang anaknya bersekolah di Lazuardi Jakarta, Tami Wiradita, juga memberikan bantahan: “Anakku di Lazta (Lazuardi Jakarta) syahadatnya sama dengan yang diajarkan orang tua dan guru ngaji saat kita kecil,” tulisnya.

CThvRzhUEAADXKZ.jpg-medium

Fitnah pun, kata Haidar Bagir dalam kultwitnya, “digeneralisasi dan ditambah dengan fitnah yang lebih bombastis”, merujuk pada sebuah poster dengan tagar #tolakSyiah yang menayangkan foto Haidar Bagir di bawahnya.

Pihak penyelenggara Lazuardi Haura lalu merespon tanggapan penyebar fitnah dan segera meminta pertanggungjawaban. “Saya minta yang bersangkutan klarifikasi dulu pernyataan yang bersangkutan ke guru, dan murid Lazuardi Haura. Jika tulisan tidak bisa dipertanggungjawabkan maka saya minta yang bersangkutan untuk minta maaf kepada guru, murid dan orang tua murid,” kata Riadh Irawan dalam status di Facebook.

Menanggapi pihak yang dirugikan, segara Augus meminta maaf dan menarik perkataanya kembali dengan menulis status berikut: “Saya mengaku bahwa saya belum/tidak konfirmasi dulu kebenaran informasi tersebut secara langsung, melihat, mendengar, menyaksikan.”

CThvxbIUEAA1nkN.jpg-medium

Berikut adalah pernyataan dari Alumni Sma Lazuardi GIS menanggapi fitnah “Lazuardi sekolah Syiah” yang meledak setiap mendekati tahun ajaran baru.

Assalamualaikum Wr.Wb

Perkenalkan, saya Adista Nuratika, alumni :

Pra-Tk – SD Islam Lazuardi GIS Cinere

SMP Islam Lazuardi GIS Jakarta

SMA Islam Lazuardi GIS Depok

Dan sekarang saya sedang melanjutkan studi saya di Universitas Indonesia jurusan ilmu komunikasi.

Saya bersekolah di sekolah Islam Lazuardi GIS selama 15 tahun.

Setiap tahun ajaran baru, saya selalu mendengar fitnah yang disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Banyak yang mengatakan bahwa sekolah saya mengajarkan ajaran-ajaran di luar ajaran Islam, yaitu ajaran Syiah.

Sebagai alumni, terus terang saya sengat sedih dan marah mendengar fitnah yang begitu kejam terhadap sekolah saya dan juga Pak Haidar Bagir selaku ketua yayasan.

Sebagi murid yang pernah bersekolah selama 15 tahun di lingkungan sekolah Lazuardi, saya sama sekali TIDAK mendapatkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Sholat Dzuhur berjamaah dan sholat Ashar berjamaah, dan teman-teman SMA saya yang berasrama selalu melaksanakan sholat 5 waktu, tepat waktu dan berjamaah di mesjid lingkungan sekolah. Dan setiap hari Jumat, mesjid sekolah dibuka untuk umum untuk sholat Jumat.

Tidak hanya itu, setiap bulannya, kami melakukan tahajud bersama di sekolah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti mengaji, bersedekah untuk yatim-piatu dan hal-hal bermanfaat lainnya.

Setiap bulan Ramadhan, kami bertadarus setiap harinya dan juga akan ada acara buka bersama yang mengundang para yatim-piatu.

Bagi yang mengatakan Syahadat kami berbeda, itu adalah fitnah besar. Kami bersyahadat sama dgn umat Islam yg lain yaitu : Asyhadu ‘ala illaha illallah, wa asyhaduannaMuhammaddarasulullah

Tidak pernah ada ajaran yang menyimpang dari agama Islam.

Saya, belajar banyak dari Lazuardi. Saya merasa lebih mengerti agama dan aqidah.

Jadi mohon, untuk oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab..

Mohon cerna dulu apa yang orang sampaikan kepada anda semua, baru mengatakan hal tersebut.

Saya berani mengatakan hal seperti ini, karena saya bersekolah 15 tahun di Lazuardi. Saya bukan syiah atau suni ataupun aliran apapun. Saya adalah umat Islam yang ingin melihat umat Islam bersatu tanpa melihat perbedaan tetapi melihat persamaan bahwa kita sama-sama umat Nabi Muhammad SAW dan kitab kita satu, yaitu Al-Quran. Dan kita pergi haji ke Mekkah.

Mohon maaf jika ada salah kata di dalam postingan saya.

Tapi betul kata orang tua, fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.

Insya Allah yang menyebar fitnah diberikan hidayah dan selalu diberkahi oleh Allah SWT.

Ami&AJ/IslamIndonesia

0 responses to “SOROTAN–Sekali lagi, Benarkah Lazuardi Sekolah Syiah?”

  1. Dedy novi says:

    Klo Lazuardi itu memang skolah Syiah, laku dmn letak kesalahan or keanehannya…??!!! sluruh ormas yg mengaku dirinya sbg Suni Wahabi ! Sudah punya lembaga/ institusi akloah dari plat grouo ~ universitas..! Lalu knp Syiah dilarang…??!! Apa kalian ini TUHAN…..???!! Ayolah bersikap lah secara dewasa nan matang..! Jngn arogan, ambigu, bias & Munafiqq…!!!!!!

  2. Dzulfikri says:

    Assalamualaikum

    Kepada mantan santri yg belajar di Lazuardi selama 15 tahun, mohon maaf sedikit koreksi dari saya.

    Al fitnatu asyaddu min al qatl
    Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan

    Itu BUKAN kata orang tua, melainkan penggalan ayat suci Al-Qur’an dari surat Al-Baqarah ayat 191.

    Tolong dibedakan, terlebih jika menyangkut kalam Allah. Terima kasih. Wassalamualaikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *