Satu Islam Untuk Semua

Monday, 24 September 2018

Begini Isi Deklarasi Kalimulya Hasil Halaqah Ulama Se-Jabodetabek Selengkapnya


Begini Isi Deklarasi Kalimulya Hasil Halaqah Ulama Se-Jabodetabek Selengkapnya

islamindonesia.id – Begini Isi Deklarasi Kalimulya Hasil Halaqah Ulama Se-Jabodetabek Selengkapnya

 

Setidaknya 200 ulama se-Jabodetabek menggelar acara Halaqah dan Sarasehan di Pesantren Cendekia Amanah, Jalan Kalimulya, Depok, Minggu (23/9/2018). Halaqah ini dihadiri berbagai ormas Islam di Jabodetabek seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, dan ormas Islam lainnya.

Setelah mencermati situasi dan kondisi saat ini –terutama menjelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, dimana ukhuwah islamiyah semakin merosot, konflik antarkelompok semakin meningkat, serta gejala fanatisme (ashabiyah) kekelompokan dan eksklusivisme di kalangan umat Islam menguat, maka ratusan ulama tersebut merumuskan Deklarasi Kalimulya Depok tentang persatuan umat Islam pada kesempatan itu.

Berikut lima poin Deklarasi Kalimulya yang ditandatangani Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah KH Cholil Nafis, Ketua Umum MUI Kota Depok KH A Dimyathi Bz, dan Sekretaris Umum Kota Depok KH Nurwahidin:

Diawali dengan menyebut Bismillahir Rahmanir Rahim, salam dan shalawat semoga tercurah pada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan sahabat-sahabatnya. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu perbaikilah hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya”. (Al-Hujurat, 49:10).

Pertama, ulama dan dai mengajak seluruh umat untuk tidak membesar-besarkan dan menjadikan perbedaan-perbedaan furu’iyah  di antara sesama Muslim sebagai sumber konflik dan perpecahan dan, sebaliknya, menyatukan kata dan sikap; menegaskan kembali sikap saling menghargai; tidak saling menjelekkan sesama Muslim, dan memperkukuh tali persaudaraan islamiyah, insaniyah, dan wathoniyah.

Kedua, ulama dan dai juga menolak segala bentuk ekstrem baik verbal maupun fisik dan sifat berlebihan (ghuluw) yang berasal dari kelompok dan mazhab apapun, yang dapat menjadi sumber perpecahan dan konflik di kalangan Muslim.

Ketiga, ulama dan dai berperan sentral dalam memberikan inspirasi, membina, dan memberikan teladan bagi umat serta memelihara persatuan Islam di Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip kesamaan ajaran dan sikap saling menghormati berbagai penafsiran atas ajaran Islam demi memperjuangkan kepentingan dan cita-cita mulia umat Islam Indonesia, dan menggalang kesamaan langkah dalam mengupayakan kokohnya persaudaraan Islam.

Empat, ulama dan dai berkomitmen mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pemersatu umat dan fungsi mencerdaskan umat dengan berbagai kajian ilmu ke-Islaman.

Lima, ulama dan dai senantiasa memberi keutamaan kepada pembinaan syakhsiah dan nilai hidup Muslim milenial yang sejati melalui pendekatan tarbiyah dan dakwah fardiyah sehingga melahirkan generasi muda yang mandiri dan Islami.

Depok, 23 September 2018

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *